KITAINDONESIASATU.COM – Tim SAR Gabungan menemukan sejumlah benda yang diduga berkaitan dengan delapan orang yang hingga kini masih hilang kontak saat melakukan pemantauan di kawasan Gunung Anak Krakatau, perairan Selat Sunda, Banten.
Temuan tersebut muncul di tengah pencarian besar-besaran yang terus dilakukan tim SAR dengan membagi wilayah operasi ke sejumlah sektor. Benda-benda yang ditemukan kini telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diperiksa dan ditindaklanjuti.
Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto mengatakan, sejumlah benda ditemukan tim pada Minggu (13/9) saat penyisiran berlangsung.
Di Sektor V, KRI Teluk Gilimanuk bersama KRI Kerambit melakukan pencarian selama sekitar sembilan jam. Hasilnya, petugas menemukan satu jaket pelampung berwarna oranye dan sebuah terpal sekitar pukul 08.55 WIB.
Petunjuk lain kemudian muncul dari Sektor W. KAL Anyer yang menyisir kawasan sekitar Teluk Belimbing, Lampung, menemukan satu jaket pelampung berwarna oranye pada pukul 09.45 WIB.
Belum berhenti di situ. Sekitar 13 menit kemudian, KM Bima yang menyisir kawasan Pulau Rakata bersama RIB 02 Banten dan KM Garuda kembali menemukan jaket pelampung berwarna oranye.
Temuan berikutnya datang dari RIB 02 Basarnas Lampung yang melakukan penyisiran di wilayah selatan Pulau Sangiang, sekitar Pulau Sebesi. Pada pukul 10.15 WIB, petugas menemukan sebuah terpal dan satu galon.
Seluruh benda yang ditemukan dalam operasi tersebut langsung diamankan dan diserahkan kepada kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Untuk keseluruhan pelaksanaan operasi SAR hari ini, objek-objek tersebut telah kami serahkan kepada pihak yang berwenang, dalam hal ini kepolisian, untuk ditindaklanjuti lebih lanjut,” ujar Rizky di Pandeglang, Banten.
Meski sejumlah benda telah ditemukan di beberapa titik pencarian, keberadaan delapan orang yang hilang sejak Senin (7/9) masih belum diketahui.
Rombongan tersebut sebelumnya berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka dilaporkan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan pemantauan.
Lima dari delapan orang tersebut merupakan jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Sementara tiga lainnya merupakan kru kapal dan pemandu, yakni Warta selaku nakhoda, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu.
Tim SAR Gabungan masih terus memperluas dan memperkuat pencarian. Setiap benda yang ditemukan di lokasi juga akan dievaluasi untuk mencari kemungkinan petunjuk yang dapat membantu mengungkap keberadaan delapan orang tersebut. (*)






