Oleh: Dr. Mochammad Mukti Ali, S.T., M.M
Rektor Univeristas INABA Bandung
STRATEGI Sun Tzu dalam bisnis sering kali berakar pada prinsip-prinsip perang yang dapat diterapkan dalam persaingan pasar.
Salah satu strategi yang terkenal adalah “Menggoyang Rumput, Menangkap Belalang”, yang berarti mengguncang situasi untuk memancing reaksi dan mengungkap kelemahan lawan sebelum melakukan serangan yang lebih besar.
Dalam dunia bisnis, strategi ini digunakan untuk mengidentifikasi langkah atau kelemahan pesaing dengan menciptakan situasi yang memaksa mereka untuk bereaksi, sehingga memberikan informasi bagi perusahaan untuk mengambil keputusan yang lebih strategis, cepat, dan tepat.
Strategi ini dapat diterapkan dalam berbagai bentuk, seperti uji coba pasar, strategi harga, promosi pemasaran agresif, atau bahkan peluncuran produk inovatif yang bertujuan untuk mengganggu ekosistem pesaing. Perusahaan menggunakan strategi ini untuk mendapatkan informasi mendalam tentang reaksi pesaing, kelemahan pasar, atau peluang tersembunyi yang dapat dimanfaatkan.
Apple telah menerapkan strategi ini dalam berbagai aspek bisnisnya. Salah satu contohnya adalah ketika Apple merilis model iPhone dengan harga premium dan fitur eksklusif, sementara di sisi lain mereka menggoyang pasar dengan merilis versi “lebih murah” seperti iPhone SE.
Hal ini memancing reaksi dari pesaing seperti Samsung, yang mencoba menyesuaikan harga dan fitur produknya agar tetap kompetitif. Dengan demikian, Apple dapat memahami strategi Samsung dan mengantisipasi langkah mereka sebelum melakukan inovasi yang lebih besar.
Tesla menggunakan strategi ini dengan merilis teknologi kendaraan listrik yang disruptif ke pasar yang sebelumnya dikuasai oleh produsen mobil konvensional seperti Toyota, Ford, dan General Motors. Dengan mengguncang industri melalui inovasi seperti self-driving technology, baterai berdaya tinggi, dan model penjualan langsung ke pelanggan, Tesla memaksa para pemain lama untuk bereaksi dengan mempercepat pengembangan kendaraan listrik mereka sendiri.
