KITAINDONESIASATU.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengkaji ulang sasaran penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satu opsi yang muncul adalah menghentikan pemberian MBG bagi sebagian siswa SMA, terutama yang berasal dari keluarga mampu.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penajaman sasaran program agar bantuan gizi pemerintah lebih tepat sasaran.
BGN menilai intervensi gizi perlu difokuskan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menyebut siswa SMA dari sekolah dengan latar belakang ekonomi menengah ke atas kemungkinan tidak lagi menjadi prioritas penerima manfaat.
Menurut BGN, kebijakan ini juga bertujuan meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran negara.
Dengan penyesuaian tersebut, pemerintah dapat mengalokasikan sumber daya kepada kelompok yang lebih membutuhkan.
Siswa SMA Berpotensi Tak Lagi Dapat MBG
Pengurangan penerima manfaat dari kalangan SMA disebut berpotensi memangkas sekitar 8 juta penerima program.
“Mungkin yang high class gitu itu tidak perlu lagi. Nah, itu beberapa contoh. Itu sudah akan berkurang sekitar 8 juta penerima manfaat,” ujar Agustina.
Namun, BGN menegaskan substansi intervensi gizi tetap akan dipertahankan.
Di sisi lain, BGN juga menghentikan sementara penyaluran MBG selama masa libur sekolah. Kebijakan ini berlaku untuk mendukung proses evaluasi dan pembenahan program.


