KITAINDONESIASATU.COM – Prediksi Sesar Lembang pecah dan perlunya ada upaya mitigasi demi meminimalisir korban.
Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa Sesar Lembang masih menyimpan potensi gempa besar dengan magnitudo hingga 6,8–7,0.
Pergeseran sesar ini tercatat sekitar 1,9 hingga 3,4 mm per tahun, cukup untuk mengakumulasi energi yang bisa dilepaskan dalam bentuk gempa signifikan.
Sejarah mencatat gempa besar akibat Sesar Lembang pernah terjadi pada abad ke-15, sekitar 60 SM, dan hampir 19.000 tahun lalu.
Dengan interval kejadian 170–670 tahun, para ahli menilai saat ini wilayah Bandung Raya sudah memasuki siklus ulang gempa karena telah lebih dari 560 tahun sejak kejadian terakhir.
Prediksi Sesar Lembang Pecah
BMKG menyiapkan skenario terburuk dengan intensitas guncangan mencapai VII–VIII MMI, yang berpotensi merusak bangunan rentan hingga menimbulkan korban bila tidak diantisipasi.
Sebagai upaya mitigasi, BPBD Kota Bandung telah mengidentifikasi ribuan rumah rawan gempa dan menggelar simulasi evakuasi bersama masyarakat.
Pakar Geologi Gempa Bumi BRIN, Mudrik R. Daryono, memprediksi Sesar Lembang berpotensi pecah paling lambat pada tahun 2170.
Hal itu berdasarkan siklus gempa yang berulang setiap 170–670 tahun.
Meski waktu pasti gempa tidak bisa diprediksi, para pakar mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dan penguatan bangunan.
Tujuannya untuk meminimalisir dampak jika Sesar Lembang benar-benar melepaskan energinya. (*)
