KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga anggota Polri yang tewas saat menjalankan operasi pemberantasan narkotika di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Dalam peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7), Prabowo menyampaikan belasungkawa kepada jajaran Kepolisian atas pengorbanan personel yang gugur ketika menjalankan tugas memberantas peredaran narkoba.
Presiden menegaskan, ketiga anggota Polri tersebut gugur saat melaksanakan operasi penindakan terhadap jaringan narkotika yang diduga mendapat perlindungan dari pihak-pihak tertentu.
Pada kesempatan yang sama, Prabowo kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat perang melawan berbagai kejahatan yang merugikan negara dan masyarakat, mulai dari korupsi, penyelundupan, peredaran narkotika, hingga judi daring.
Menurutnya, upaya pemberantasan judi online telah menunjukkan hasil positif dengan tren penurunan yang signifikan dalam setahun terakhir. Meski demikian, pemerintah memastikan langkah penegakan hukum akan terus diperkuat terhadap seluruh bentuk pelanggaran.
Sebelumnya, tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur saat melakukan operasi penangkapan pelaku peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Ketiga anggota yang gugur adalah Ipda (Anumerta) Sumariyanto, Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra, dan Briptu (Anumerta) Nopandri Ramadhana.
Insiden bermula setelah polisi menerima laporan masyarakat mengenai dugaan aktivitas peredaran sabu. Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang residivis kasus narkotika berinisial BIO.
Saat tim Satresnarkoba melakukan penangkapan pada Kamis dini hari, petugas mendapat perlawanan sengit menggunakan senjata tajam. Meski telah melepaskan tembakan peringatan, serangan terus berlanjut sehingga aparat mengambil tindakan terukur demi melindungi keselamatan personel.
Situasi semakin memanas ketika keluarga terduga pelaku bersama sejumlah warga diduga ikut menyerang petugas menggunakan senjata tajam, senjata api rakitan, serta berbagai benda berbahaya.
Dalam proses penyelamatan, sembilan anggota polisi berhasil dievakuasi. Namun, tiga personel gugur saat menjalankan tugas dalam operasi pemberantasan narkotika tersebut, meninggalkan duka mendalam bagi institusi Polri dan masyarakat Indonesia. (*)





