KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Prabowo Subianto memberikan perintah tegas untuk mengerahkan seluruh kekuatan nasional guna mempercepat penanganan darurat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Bencana hidrometeorologi ekstrem ini telah menyebabkan 316 korban jiwa dan melumpuhkan infrastruktur di tiga provinsi tersebut. Selain itu, ratusan orang masih hilang dan lebih dari 50 ribu terpaksa mengungsi karena rumah mereka terdampak banjir dan longsor.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, Minggu 30 November menyampaikan bahwa arahan Presiden berfokus pada tanggap darurat secepat-cepatnya.
Menurut Pratikno, pengerahan kekuatan nasional ini mencakup beberapa prioritas utama, antara lain mengerahkan personel gabungan TNI-Polri, BNPB, dan Basarnas untuk mempercepat evakuasi korban yang masih hilang dan pendistribusian logistik.
Kedua, memastikan ketersediaan perlindungan, tempat pengungsian yang layak, dan pelayanan kesehatan bagi ribuan warga yang terdampak.
Terkait hal tersebut, tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan kementerian terkait lainnya telah bergerak cepat untuk memulihkan akses transportasi dan komunikasi yang terputus, terutama di titik-titik longsor dan jembatan yang ambruk.
Presiden Prabowo juga menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa dan menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak hanya fokus pada tanggap darurat, tetapi juga menyiapkan skenario rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di tiga provinsi Sumatera tersebut.(*)


