KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memuncak setelah serangan AS ke Iran dilancarkan secara masif pada 8 Juli 2026.
Komando Pusat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa Donald Trump telah memerintahkan peningkatan operasi militer untuk mengurangi kemampuan Teheran mengancam Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui 20% pasokan minyak dunia.
Serangan AS ke Iran ini menyusul pernyataan Donald Trump di KTT NATO Turki yang menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir.
“Bernegosiasi dengan mereka hanya membuang waktu,” ujar Donald Trump, memicu serangan AS ke Iran di Selat Hormuz sebagai respons atas serangan Teheran terhadap kapal-kapal dagang.
Melalui Truth Social, Donald Trump memperingatkan konsekuensi lebih serius jika agresi berlanjut.
Menurut kantor berita IRNA, serangan AS ke Iran menyebabkan ledakan dahsyat di kota-kota pelabuhan Bandar Abbas, Konarak, dan Chabahar di sepanjang pantai selatan.
Sebagian Selat Hormuz mengalami gangguan, dengan Chabahar mengalami pemadaman listrik dan suara jet tempur terdengar di dekat Pulau Kish.





