Menurut Mumun, putra kelima Haji Muhayar, mengungkapkan bahwa kelezatan datang dari bumbu resep peninggalan keluarga.
Di lidah akan terasa variasa rasa asin yang gurih. Daging ikannya terasa renyah di luar, namun lembut di dalam.
Untuk menu pecak, akan diberi bumbu kemiri yang disiramkan di atas ikan yang baru digoreng. Kuahnya terbuat dari campuran bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan jahe.
Perpaduan bumbunya menciptakan rasa bawang dan jahe, yang nikmat. Disusul rasa pedas dan asam, saat gigitan pertama.
Untuk ikan gurame goreng ini porsinya cukup untuk satu orang. Bisa disantap dengan nasi putih hangat, lalapan, dan sambal khas Betawi.
“Sambal terasi Betawinya khusus ditumbuk kasar. Cabainya masih besar, juga ditumbuk manual. Campurannya hanya cabai merah, terasi, dan tomat,” kata Mumun, perempuan berusia 59 tahun ini.
Rasa sambal tidak terlalu pedas, meski begitu kuat di lidah. Dicampur dengan rempah segar, rasanya lebih enak.
Lalapan di Warung Betawi Haji Muhayar juga lengkap; ada selada, poh-pohan, kemangi, kacang panjang, serta campuran daun singkong dan pepaya.
Selain ikan, kedai tersebut menyajikan juga ayam kampung, potongannya besar, dagingnya gurih, dan empuk.
Bersantap di warung makan legendaris ini belum lengkap tanpa memesan sayur asam, yang dibandrol seharga Rp 15 ribu per porsi.
Kuahnya bening, asam, dan gurih. Tidak tidak manis, pedas, atau kemerahan seperti sayur asam ala Sunda.
Isiannya potongan labu siam, kacang panjang, jagung melinjo, dan daun tabur. Uniknya potongan oncomnya cukup besar, ternyata ini juga merupakan asinan sayur khas betawi. Segar dan unik!
Awalnya, rumah makan Betawi ini tidak menjual pecak ikan dan ayam goreng kampung.
Sebelumnya, saat pertama kali berdiri, sekitar tahun 1976, Mumun bercerita, awalnya orang tuanya menjual nasi uduk khas Betawi dengan kuah jengkol, tahu, dan lain sebagainya.
“Sekitar tahun 1980-an, orangtua kami mulai beralih ke pepes gurame yang sampai sekarang masih ada, tapi cepat habis,” ujar Mumu.
Kemudian, katanya, ditambah menu pecak. Resepnya diturunkan langsung dari nenek ke ayah.
Kedainya sebagai pionir restoran pecak khas Betawi. Warung Betawi Haji Muhayar masih menempati lokasi yang sama sejak pertama kali dibuka.
Warung Betawi Haji Muhayar
Alamat : Jl. Taman Margasatwa No.8, RT.9/RW.5, Jati Padang, Dist. PS Pekan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12540.
Jam Buka: 08.00 – 20.00 WIB, telepon: 021 7813945. (Aris MP/Yo)

