KITAINDONESIASATU.COM – Gelombang arus mudik Lebaran mulai terasa. Ribuan kendaraan dilaporkan membanjiri ruas Jalan Layang Mohammed Bin Zayed atau Tol MBZ saat meninggalkan Jakarta pada H-8 menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Operator tol PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) mencatat lonjakan lalu lintas yang cukup signifikan pada Jumat (13/3). Sebanyak 39.085 kendaraan terpantau melaju keluar Jakarta melalui jalan tol layang tersebut.
General Manager Operasi dan Pemeliharaan JJC, Desti Anggraeni, mengungkapkan angka itu melonjak 25,84 persen dibandingkan lalu lintas normal yang biasanya hanya sekitar 31.060 kendaraan.
Tak hanya arah keluar ibu kota, arus kendaraan dari timur menuju Jakarta juga ikut meningkat. Pada periode yang sama tercatat 28.669 kendaraan melintas ke arah ibu kota, naik 18,58 persen dibandingkan rata-rata harian sekitar 24.177 kendaraan.
Jika digabungkan dari dua arah, total kendaraan yang melintas di ruas Tol MBZ pada H-8 Lebaran mencapai 67.754 kendaraan—sebuah sinyal kuat bahwa mobilitas masyarakat mulai memanas menjelang puncak arus mudik 2026.
Menurut Desti, lonjakan ini menjadi tanda awal pergerakan pemudik yang mulai meninggalkan kota besar untuk pulang ke kampung halaman.
Meski demikian, pihak pengelola tetap mengingatkan seluruh pengguna jalan agar tidak lengah selama perjalanan mudik. Pengendara diminta memastikan kondisi tubuh dan kendaraan dalam keadaan prima, termasuk mengecek bahan bakar atau daya listrik kendaraan serta mewaspadai perubahan cuaca seperti hujan yang dapat memengaruhi jarak pandang dan kondisi jalan.
“Seluruh pengemudi dan pemudik diharapkan selalu mengutamakan keselamatan agar perjalanan berlangsung aman dan nyaman sampai tujuan,” ujar Desti. (*)






