Dikisahkan, jika minuman Es Cendol Malino ini mulai muncul sebagai minuman khas tempat wisata Malino pada awal tahun 70-an.
Perbedaan rasa Es Cendol Malino ini dengan es cendol pada umumnya adalah pada bahan tepung berasnya dan gula merah khas Malino.
Selain itu dalam warung-warung yang menjajakan Es Cendol Malino, pengunjung juga disuguhkan tape ketan merah yang dikenal dengan nama tape pulu bolong.
Sehingga pengunjung dapat memadupadankan tape ketan merahnya dalam segelas es cendol.
Menurut pengunjung bernama Amir PR, tekstur Cendol Malino berbeda dengan cendol biasa yang memiliki campuran tepung kanji.
Selain itu, gula merah yang diproduksi sendiri oleh warga Malino ini terbuat dari nira kelapa atau aren, sama seperti yang digunakan sebagai bahan untuk membuat makanan Tenteng Malino.
“Ini cendolnya bagus, berbeda dengan cendol biasa yang dibuat dari tepung kanji. Teksturnya berbeda. Juga gula merahnya yang rasanya khas sekali Malino,” kata Amir.
Selain untuk disantap di tempat dengan harga per gelasnya Rp10.000, pengunjung juga dapat membungkus Es Cendol Malino untuk dijadikan sebagai oleh-oleh, dengan harga Rp25.000 per bungkus ukuran sedang.
Pedagang akan memisahkan bungkusan cendol, gula merah cair, dan santan kelapanya, sehingga lebih tahan lama.
Jadi jangan dilewatkan untuk menyantap ES Cendol Malino jika anda berlibur ke Malino Kota Bunga. (Fit/Yo)

