Berita Utama

Korban Tewas Gempa Myanmar Mencapai 1.002 Orang, Bantuan Internasional Mulai Berdatangan

×

Korban Tewas Gempa Myanmar Mencapai 1.002 Orang, Bantuan Internasional Mulai Berdatangan

Sebarkan artikel ini
Gempa M 7,7 di Myanmar meluluhlantahkan bangunan dan menewaskan 1.002 orang. (tangkap layar)
Gempa M 7,7 di Myanmar meluluhlantahkan bangunan dan menewaskan 1.002 orang. (tangkap layar)

KITAINDONESIASATU.COM – Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Sagaing, Myanmar, pada Jumat (28/3/2025) telah menyebabkan kerusakan parah dan hilangnya nyawa. Hingga Sabtu (29/3/2025), jumlah korban tewas akibat gempa tersebut telah mencapai 1.002 orang, dengan ribuan lainnya mengalami luka-luka.

Menurut laporan dari penyiar pemerintah MRTV, jumlah korban tewas diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dengan upaya pencarian dan penyelamatan yang masih berlangsung. Gempa ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghancurkan ribuan rumah, bangunan bersejarah, dan infrastruktur penting di berbagai wilayah Myanmar.

Gempa yang berpusat di barat laut kota Sagaing ini juga menyebabkan kerusakan signifikan di negara tetangga, Thailand. Di Bangkok, beberapa bangunan tinggi dilaporkan mengalami kerusakan, dan sejumlah korban jiwa juga dilaporkan.

Pemerintah Myanmar telah mengeluarkan seruan bantuan internasional untuk membantu menangani dampak gempa yang sangat besar ini. Beberapa negara, termasuk Rusia dan Tiongkok, telah merespons dengan mengirimkan tim penyelamat, tenaga medis, dan bantuan logistik.

Tim penyelamat dari berbagai negara bekerja sama dengan petugas lokal untuk mencari korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan. Kondisi di lapangan sangat memprihatinkan, dengan banyak korban yang membutuhkan perawatan medis segera dan tempat penampungan sementara.

Selain bantuan dari pemerintah, berbagai organisasi kemanusiaan internasional juga telah bergerak untuk memberikan bantuan kepada para korban gempa. Bantuan berupa makanan, air bersih, obat-obatan, dan selimut sangat dibutuhkan untuk meringankan penderitaan para korban.

Gempa ini merupakan salah satu bencana alam terbesar yang pernah melanda Myanmar dalam beberapa dekade terakhir. Dampaknya sangat luas dan akan membutuhkan waktu yang lama untuk pemulihan.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyatakan, pemerintah RI siap memberi bantuan untuk pemulihan gempa yang terjadi di Myanmar dan Thailand. Saat ini pemerintah tengah mempersiapkan bantuan internasional tersebut yang akan diberikan kepada Myanmar dan Thailand. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *