“Saya berharap Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) dapat mengambil tindakan untuk menghentikan hal ini. Sungguh tragis jika Haaland tidak menyadari dampak negatif yang ditimbulkannya. Ia adalah sosok yang diidamkan oleh banyak anak dan remaja, dan tindakannya ini bisa memberikan pesan yang salah bagi mereka,” tegasnya.
Widnes bahkan meminta agar NFF mengambil langkah tegas dan menganggap masalah ini sangat serius.
NFF membela
Menanggapi berbagai kritikan tersebut, pihak NFF akhirnya angkat bicara dan memilih membela hak Haaland.
Menurut Runar Pahr Andresen, pejabat NFF, kerja sama ini adalah urusan pribadi pemain dan tidak melanggar aturan yang berlaku.
“Haaland telah menandatangani perjanjian pribadi dengan salah satu sponsor terbesar FIFA di Piala Dunia, dan tentu saja ia memiliki hak untuk melakukan hal itu. Kami sudah mengetahui hal ini sejak awal,” katanya.
Andresen juga menjelaskan bahwa meskipun NFF memiliki aturan yang mengatur perilaku pemain saat berada di bawah bendera tim nasional, namun para pemain masih diizinkan untuk terlibat dalam kampanye pemasaran global dari sponsor turnamen, selama tidak dilakukan di dalam negeri.
“Karena iklan alkohol ilegal di Norwegia, kami sebagai federasi tentu saja tidak bisa membuat perjanjian kerja sama dengan pembuat bir untuk pasar lokal. Namun, Budweiser adalah sponsor global FIFA yang sudah lama bekerja sama, dan mereka memiliki hak penuh untuk mempromosikan produknya di negara-negara yang mengizinkan kegiatan semacam ini,” jelasnya.

