KITAINDONESIASATU.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG kembali merilis pembaruan terkait perkembangan Bibit Siklon Tropis 92W yang terpantau berada di wilayah Samudra Pasifik bagian utara Papua.
Melalui pusat pemantauan siklon tropis Tropical Cyclone Warning Center Jakarta, sistem ini diketahui mulai terbentuk sejak awal Mei 2026 dan hingga kini masih dalam tahap pemantauan intensif.
Pergerakan sistem cuaca tersebut diperkirakan mengarah ke barat dalam kurun waktu 24 jam ke depan.
Meskipun peluang berkembang menjadi siklon tropis tergolong rendah, keberadaan Bibit Siklon Tropis 92W tetap memberikan dampak terhadap kondisi cuaca, khususnya di wilayah perairan Indonesia bagian timur.
Dampak Gelombang Laut dan Imbauan Kewaspadaan BMKG
BMKG menjelaskan bahwa dampak utama dari sistem ini adalah peningkatan tinggi gelombang laut di sejumlah wilayah perairan.
Dalam periode hingga 6 Mei 2026, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di beberapa area, seperti perairan utara Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, hingga Papua.
Kondisi gelombang kategori sedang tersebut dinilai berisiko bagi aktivitas pelayaran, terutama untuk kapal berukuran kecil serta perahu nelayan.
Oleh karena itu, masyarakat yang beraktivitas di laut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

