KITAINDONESIASATU.COM – Untuk kelima kalinya Semen Padang FC kembali mencatat hasil buruk secara beruntun usai menjalani laga pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 Kamis (30/4/2026).
Laga terakhir terjadi di kandang sendiri Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (29/4/2026) sore, Semen Padang kembali takluk 0-1 dari kompetitornya di papan bawah, Madura United FC.
Gol tunggal Madura United dicetak lewat sundulan Jose Brandao Junior pada menit ke-15 memaksimalkan umpan silang di sisi kiri pertahanan Semen Padang, membuat semen pada kehilangan momentum.
Kekalahan ini membuat Semen Padang mencatatkan kekalahan dramatis di lima pertandingan terakhir secara beruntun yang membuat posisi di papan klasemen makin dalam di jurang degradasi.
Hingga saat ini Semen Padang telah menjalani 30 laga Semen Padang baru mengoleksi nilai 20 dan kini masih berada di peringkat ke-17 sementara sisa pertandingan menyisakan empat laga hingga Super League usai.
Semen Padang kini berada di zona merah bersama tiga tim lainnya antara lain PSBS Biak di dasar klasemen dengan 18 poin dan Persis Solo dengan 27 poin di atas Semen Padang.
Hingga sisa laga yang akan di jalani Semen Padang masih harus menghadapi tim yang menakutkan seperti pekan ke-31 melawan Dewa United, kemudian pekan ke-32 melawan Persik Kediri di Stadion Haji Agus Salim.
Sementara di pekan ke-33 Semen Padang akan menjamu Persebaya kemudian dilaga terakhir musim kompetisi sebagai penutup laga menghadapi Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.
Di atas kertas Semen Padang sulit mampu memberikan perlawanan terhadap tim papan atas dan papan tengah tersebut, jika dengan kualitas permainan masih seperti saat ini.
Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury mengungkapkan permohonan maaf kepada suporter dan masyarakat Sumatera Barat jika Semen Padang terus mengalami kehilangan kepercayaan diri hingga terperosok dalam performa buruk.
“Segala upaya sudah kami lakukan, tapi faktanya kita kalah. Saya tidak mau salahkan siapa-siapa. Ini kesalahan saya sebagai pelatih,” ujar Imran kepada wartawan usai laga kekalahan melawan Madura United kemarin.
Dimata mantan pelatih Malut United FC itu, ternyata perjuangan keras di lapangan hanya dijalankan oleh sejumlah pemain saja.
Imram melihat ada beberapa pemain tampil maksimal, ada yang tidak, tetapi ia menyampaikan tidak akan salahkan pemain, bahwa ini menjadi tanggungjawabnya.
“Ini tanggungjawab saya sebagai pelatih. Kita sudah perbaiki attacking, defending, transisi. Namun memang mentalitas yang akhirnya bicara. Saya tetap apresiasi beberapa pemain yang tampil luar biasa hari ini,” dia menambahkan.
Dan meski Semen Padang sudah ada di tepi jurang degradasi dengan hanya menyisakan empat laga saja saat ini, Imran Nahumarury memastikan tetap tidak akan menyerah.
“Secara kalkulasi matematika memang demikian (dekat dengan degradasi). Namun saya punya tanggungjawab pada kondisi apapun itu. Saya akan terus sampai akhir kompetisi,” dia menegaskan.
Mengenai kemungkinan faktor kelelahan akibat jadwal yang padat di kompetisi, Imran mengelak jika padatnya jadwal kompetisi tak bisa dijadikan alasan, sebab semua tim akan mengalami hal yang sama.
“Kelelahan karena jadwal yang ketat tidak bisa dijadikan alasan. Madura United dan tim lain juga menghadapi hal yang sama. Sekali lagi, ini terkait mentalitas,” pungkasnya. **



