Berita UtamaDaerah

Jalan Malasari 20 Km, Poros Baru Bogor-Sukabumi-Lebak?

×

Jalan Malasari 20 Km, Poros Baru Bogor-Sukabumi-Lebak?

Sebarkan artikel ini
Jalan Malasari 20 Km, Poros Baru Bogor-Sukabumi-Lebak?
Bupati Bogor Rudy Susmanto mendorong pembangunan Jalan Malasari sepanjang 20 kilometer untuk membuka poros baru yang menghubungkan Bogor, Sukabumi, dan Lebak.

KITAINDONESIASATU.COM – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmennya membuka konektivitas baru di wilayah barat Kabupaten Bogor melalui pembangunan jalan di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung.

Jalan sepanjang kurang lebih 20 kilometer tersebut diproyeksikan menjadi poros baru yang menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Lebak, Banten.

Jalan Malasari Jadi Akses Baru Wilayah Barat Bogor

Rudy mengatakan, pembangunan akses tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bogor memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

Poros Baru Tiga Wilayah

Menurut Rudy, keberadaan jalan di Desa Malasari berpotensi membuka jalur baru yang menghubungkan tiga wilayah, yakni Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Lebak, Banten.

“Kita masuk ke Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Di sana ada satu desa yang apabila jalannya terbangun akan menjadi sebuah poros jalan baru yang menghubungkan Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Lebak, Banten,” ujar Rudy, Kamis 3 September 2026.

Bukan Sekadar Pembangunan Fisik

Menurutnya, pembangunan jalan tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan fisik. Terbukanya akses baru akan memberikan dampak terhadap berbagai sektor, terutama aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah yang dilalui.

“Kita membangun jalan baru sepanjang kurang lebih 20 kilometer untuk membuka sebuah akses. Membuka akses jalan bukan hanya membangun sebuah jalan. Ketika jalannya sudah dibangun, secara tidak langsung kita menghidupkan geliat ekonomi di wilayah sekitar,” katanya.

Mendorong Geliat Ekonomi Masyarakat

Dengan semakin terbukanya akses transportasi, mobilitas masyarakat dan distribusi berbagai kebutuhan diharapkan menjadi lebih mudah. Kondisi tersebut sekaligus berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan barat Kabupaten Bogor.

Akses Jalan Diharapkan Perkuat Pendidikan dan Kesehatan

Rudy menilai, konektivitas yang semakin baik juga akan membuka peluang bagi peningkatan pelayanan dasar masyarakat.

Wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan dan kesehatan diharapkan dapat berkembang seiring dengan terbukanya jaringan transportasi.

Infrastruktur Dasar Ikut Berkembang

“Kalau sebelumnya infrastruktur pendidikan dan kesehatan tertinggal, dengan aksesibilitas yang terbuka lebih baik, perlahan-lahan wilayah tersebut akan terbangun,” jelasnya.

Pembangunan akses jalan dengan demikian tidak hanya diarahkan untuk memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membuka peluang pemerataan pembangunan di wilayah yang selama ini relatif sulit dijangkau.

Jaringan Jalan sebagai Urat Nadi Pembangunan

Pembangunan Jalan Malasari tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Bogor dalam memperkuat jaringan jalan sebagai urat nadi pembangunan.

Rudy menegaskan, dengan luas wilayah Kabupaten Bogor yang terdiri dari 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan, pemerataan pembangunan membutuhkan konektivitas antarwilayah yang kuat.

“Urat nadi itu apa? Jaringan jalan. Konektivitas antar wilayah, sehingga ke depan pemerataan pembangunan dapat dirasakan dampaknya secara langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.

Pemerataan Pembangunan hingga Wilayah Barat

Kondisi geografis Kabupaten Bogor yang luas membuat konektivitas antarwilayah menjadi salah satu faktor penting dalam pemerataan pembangunan. Karena itu, pembangunan akses baru di wilayah barat diarahkan untuk memperkuat hubungan antarkawasan sekaligus membuka potensi pertumbuhan baru.

Akses Citalahab Juga Dilanjutkan

Tak berhenti di Malasari, Pemkab Bogor juga melanjutkan pembangunan akses di kawasan Citalahab.

Rudy menyebut masih terdapat sekitar 4 hingga 6 kilometer jalan yang perlu dilanjutkan hingga masuk ke wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Menuju Konektivitas dengan Sukabumi

Ke depan, Pemkab Bogor juga berharap konektivitas tersebut dapat dilanjutkan hingga Kabupaten Sukabumi.

Kolaborasi antar pemerintah daerah dinilai penting untuk membuka akses yang lebih efisien bagi masyarakat wilayah barat.

“Nanti kalau sudah terkoneksi dengan Sukabumi, kita pun ingin berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, supaya masyarakat wilayah barat kalau ingin ke Pelabuhan Ratu tidak perlu melambung jauh. Cukup melalui Kecamatan Nanggung sampai dengan Pelabuhan Ratu,” tutur Rudy.

Akses Lebih Dekat ke Pelabuhan Ratu

Konektivitas tersebut diharapkan dapat memberikan pilihan akses yang lebih efisien bagi masyarakat wilayah barat Kabupaten Bogor menuju Pelabuhan Ratu apabila jalur tersebut telah terkoneksi dengan Kabupaten Sukabumi.

Pemkab Bogor Bidik Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Rudy menegaskan, pembangunan infrastruktur di wilayah barat merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru dan memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan.

Dengan terbukanya poros Bogor-Sukabumi-Lebak, pemerintah berharap mobilitas masyarakat semakin mudah, distribusi barang semakin lancar, serta potensi ekonomi wilayah barat Kabupaten Bogor dapat berkembang lebih optimal.

Pembangunan Jalan Malasari sepanjang kurang lebih 20 kilometer tersebut pun menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di Kabupaten Bogor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *