KITAINDONESIASATU.COM – Pasar modal Indonesia dikejutkan oleh aksi jual massal yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam hingga 4% ke level 5.946 pada perdagangan Rabu (3/6/2026).
Kejatuhan mendadak ini memaksa indeks keluar dari zona psikologisnya dan memicu kepanikan di kalangan investor domestik maupun asing.
Berdasarkan data perdagangan RTI Business, indeks saham saat ini melemah 4,02% ke level 5.946,67 di tengah sesi I perdagangan. Padahal pada awal pembukaan, IHSG sempat menguat pada level 6.213,80.
Tercatat volume perdagangan sebanyak 20,72 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 11,76 triliun. Adapun frekuensi saham yang diperdagangkan sebanyak 1.432.965 kali.
Analis pasar modal menyebutkan bahwa penurunan drastis ini dipicu oleh akumulasi sentimen negatif global dan regional. Langkah mendadak beberapa bank sentral dunia terkait kebijakan suku bunga, ditambah rilis data makroekonomi yang berada di bawah ekspektasi pasar, memicu terjadinya panic selling. Investor memilih mengamankan aset mereka ke instrumen yang lebih aman (safe haven).
Saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), terutama dari sektor perbankan dan komoditas, menjadi penekan utama yang menyeret indeks ke zona merah sejak sesi pertama dibuka. Volume penjualan bersih (net sell) oleh investor asing tercatat melonjak signifikan dalam hitungan jam.(*)
