Berita UtamaDaerah

Gempa M 6,7 Guncang Palu! Jembatan Retak, Kantor Bupati hingga Auditorium Untad Rusak, Warga Sempat Panik

×

Gempa M 6,7 Guncang Palu! Jembatan Retak, Kantor Bupati hingga Auditorium Untad Rusak, Warga Sempat Panik

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi gempa Palu hari ini(Ist)
Ilustrasi gempa Palu hari ini(Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6), meninggalkan jejak kerusakan di sejumlah titik. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap telah menerima laporan kerusakan bangunan, mulai dari fasilitas pemerintahan, kampus, hingga hotel.

Pengamat BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Hendrik, menyebut beberapa bangunan mengalami dampak akibat guncangan kuat yang terjadi pada pukul 10.27 WIB tersebut.

Salah satu perhatian utama tertuju pada Jembatan Palu III yang terpaksa ditutup sementara setelah ditemukan indikasi keretakan pada struktur jembatan. Demi alasan keselamatan, seluruh kendaraan dialihkan ke jalur alternatif sambil menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.

Dampak gempa juga dilaporkan merambah ke sejumlah fasilitas publik. Di Kabupaten Sigi, plafon Kantor Bupati mengalami kerusakan, sementara beberapa bagian lantai gedung dilaporkan retak akibat kuatnya getaran.

Tak hanya itu, Auditorium Universitas Tadulako (Untad) turut terdampak. Sebagian plafon bangunan dilaporkan rusak dan material bangunan sempat berjatuhan saat gempa mengguncang kawasan tersebut.

Sejumlah hotel di Kota Palu juga tak luput dari dampak. Kerusakan ringan dilaporkan terjadi di Hotel Best Western Coco Palu dan Hotel Santika. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan korban jiwa maupun korban luka akibat peristiwa tersebut.

BMKG menjelaskan episentrum gempa berada di darat, tepatnya 42 kilometer tenggara Kota Palu pada koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur. Gempa berkedalaman 10 kilometer itu tergolong gempa dangkal dengan guncangan yang cukup kuat dirasakan masyarakat.

Kabar baiknya, hasil analisis dan pemodelan BMKG memastikan gempa Magnitudo 6,7 tersebut tidak berpotensi memicu tsunami. Namun, warga tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *