KITAINDONESIASATU.COM – Peringatan tsunami besar dikeluarkan untuk sejumlah wilayah pesisir di Samudra Pasifik setelah gempa bumi berkekuatan 8,7 skala Richter mengguncang wilayah lepas pantai Semenanjung Kamchatka pada Rabu (29/7) pagi waktu setempat.
Badan Meteorologi Jepang awalnya merilis peringatan gelombang tinggi, namun kemudian meningkatkan statusnya menjadi peringatan tsunami penuh.
Gelombang setinggi hingga 3 meter diperkirakan bisa mencapai pesisir Pasifik Jepang, khususnya bagian utara, dalam waktu kurang dari 30 menit setelah peringatan dikeluarkan. Demikian dikutip dari beberapa sumber.
Gelombang Sudah Terjadi di Rusia
Di Rusia, gelombang tsunami setinggi 3 hingga 4 meter telah diamati di sejumlah wilayah Kamchatka. Menteri regional untuk penanganan darurat, Sergei Lebedev, mendesak warga agar segera menjauh dari garis pantai.
Pemerintah Rusia juga memerintahkan evakuasi kota Severo-Kurilsk, yang terletak di selatan Kamchatka. Gubernur Sakhalin, Valery Limarenko, menyampaikan hal ini melalui kanal Telegram resminya.
AS dan Hawaii Siaga Penuh
Pusat Peringatan Tsunami Pasifik milik Layanan Cuaca Nasional AS menyatakan bahwa tsunami yang dihasilkan berpotensi menyebabkan kerusakan di sepanjang garis pantai semua pulau di Hawaii. Gelombang pertama diperkirakan tiba pukul 7 malam waktu setempat.
Di AS bagian barat, termasuk California, Oregon, Washington, dan Alaska, status pengawasan tsunami dan peringatan aktif juga telah diberlakukan. Wilayah Aleutian Islands di Alaska menjadi salah satu daerah paling awal yang diperingatkan.






