KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Keuangan era Presiden Soeharto, Fuad Bawazier, mengatakan utang pemerintah Indonesia saat ini sudah pada level berbahaya
“Utang pemerintah kita sudah mendekati Rp9.000 triliun. Ini level yang mengkhawatirkan,” kata Fuad Bawazier, pada akhir November 2024 lalu di Jakarta.
Dia mengatakan, level utang pemerintah saat ini sudah pada level berbahaya. Adapun, per akhir Oktober 2024, utang pemerintah telah mencapai Rp 8.560 triliun.
Mantan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan ini membandingkan jumlah utang saat ini dengan pemerintahan Orde Baru.
Menurutnya, pada masa Soeharto utang Indonesia masih di bawah Rp 1.000 triliun. Utang itu juga berbentuk pinjaman dari negara lain dan dalam bentuk proyek jangka panjang dengan bunga kecil.
“Itu pasti untuk proyek jangka panjang, bunganya murah, segala macam dan jumlahnya terbatas,” ujar mantan politisi PAN ini.
Menurut dia, hal itu berbeda dengan kondisi utang pada masa sekarang. Dia mengatakan utang saat ini lebih banyak berbentuk Surat Utang Negara (SUN).
Selain itu, katanya, utang tersebut bukan digunakan untuk pengeluaran produktif, melainkan kebijakan populis seperti gaji Aparatur Sipil Negara hingga bantuan sosial dan subsidi.
“Semua negara bisa bangkrut gara-gara politik populis yang keterlaluan. Ini gratis, ini dibayar, akhirnya resesi seperti Yunani,” tuturnya.
Fuad mengungkap, kesalahan pengelolaan utang inilah yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi mandek di 5%.

