Berita UtamaLifestyle

Festival Desa Kota, Kembali ke Alam Ikuti Jejak Nenek Moyang

×

Festival Desa Kota, Kembali ke Alam Ikuti Jejak Nenek Moyang

Sebarkan artikel ini
Festival Desa Kota
Festival Desa Kota yang digelar di Ragunan, Jakarta Selatan. (AMP)

Orang Indonesia punya kebiasaan membuang makanan, katanya, di sisi lain sebanyak 21.175.000 jiwa dari 275 juta jumlah penduduk Indonesia, menderita mal nutrisi.

“Atau 7,7 persen rakyat kita kekuranagn gizi dan sekitar 21,4 persen balita mengalami stunting,” tuturnya.

Melihat kondisi suram tersebut, Tejo bersama dua LSM lain, yakni Perkumpulan Sawit Watch pimpinan Ahmad Surabo dan Yayasan Madani yang dikomandoi  Nadia Hadad, menyelenggarakan Festival Desa yang dimaksudkan memberi motivasi kaum muda agar menyenangi profesi petani.

Anggota komunitasnya tidak hanya dari desa-desa, tapi juga warga Jakarta. Mereka menanam sayuran-sayuran di lahan-lahan yang ada yang berhimpitan dengan gedung-gedung besar ibukota.

Setelah 2020, nama kegiatannya berubah dari Festival Desa menjadi Festival Desa Kota. Kegiatan kebertaniannya juga kembali ke alam, tidak menggunakan pupuk kimia tapi pupuk organik.

Selama Covid, kegiatannya sementara vakum. Pada 2024 ini, acara perdana festival tersebut kembali diselenggarakan.

Kali ini, pesertanya datang dari berbagai daerah. Seperti Kendal, Jawa Tengah, dari Saburai Jua di NTT (Nusa Tenggara Timur), Kalimantan Utara (Kaltara), dan Gorontalo.

Dalam acara ini, petani dari Kendal memperkenalkan bagaimana mengolah kopi secara tradisional. Sementara, yang dari Kaltara adalah petani coklat.

“Diharapkan dengan kegiatan seperti ini, akan ada banyak inspirasi yang muncul. Juga, yang cukup penting bagaimana orang-orang muda mau bertani dan menjadi petani,” kata Tejo mengakhiri. (amp/aps)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *