Berita UtamaLifestyle

Festival Desa Kota, Kembali ke Alam Ikuti Jejak Nenek Moyang

×

Festival Desa Kota, Kembali ke Alam Ikuti Jejak Nenek Moyang

Sebarkan artikel ini
Festival Desa Kota
Festival Desa Kota yang digelar di Ragunan, Jakarta Selatan. (AMP)

Ia bergelut dalam dunia pangan dan pertanian ini sejak 12 tahun lalu, tepatnya pada 2012. Ia memimpin sebuah LSM (lembaga swadaya masyarakat) bernama Perhimpunan Indonesia Berseru.

Alumnus Universitas Gajah Mada ini menjelaskan, awal kegiatan dinamakan Festival Desa yang diselenggarakan tiap tahun.

Kegiatan tersebut dilakukan lantaran keprihatinannya atas kelestarian alam yang semakin tergerus oleh para pemilik modal.

“Makanan pokok kita adalah nasi, yang diproduksi orang desa. Tapi, hari demi hari posisi ekonomi orang desa makin rentan,” ujarnya.

Dari data yang ada, katanya, sebanyak 60 persen masyarakat Indonesia adalah petani. Sekitar 17 juta dikategorikan sebagai petani gurem.

“Mereka, para petani gurem, memiliki tanah kurang dari satu hektar atau sebatas penggarap saja yang tak memiliki sawah sendiri,” ucapnya.

Dari merosotnya kehidupan petani, selama 20 tahun sekitar tiga juta keluarga petani menghilang.

Mereka tidak lagi menjadi petani dan bekerja serabutan.

Ironisnya, katanya, kebanyakan petani usianya di atas 45 tahun. Artinya, sudah tidak muda lagi dan menjelang tua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *