KITAINDONESIASATU.COM – Kinerja perdagangan Indonesia pada Juli 2026 menunjukkan aktivitas ekspor dan impor yang sama-sama mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis 1 September 2026, nilai ekspor Indonesia pada Juli mencapai US$26,22 miliar, sedangkan impor tercatat US$26,09 miliar.
Capaian ekspor tersebut mengalami pertumbuhan 6,05 persen secara tahunan dibandingkan Juli 2025. Kenaikan juga terjadi pada ekspor nonmigas yang mencapai US$25,43 miliar atau tumbuh 6,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Jika dihitung sepanjang Januari hingga Juli 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai US$167,03 miliar. Angka tersebut meningkat 4,43 persen dibandingkan periode Januari-Juli 2025. Ekspor nonmigas turut menunjukkan pertumbuhan dengan nilai US$160,01 miliar atau naik 5,21 persen.
Impor Melonjak, Neraca Perdagangan Tetap Surplus
Di sisi impor, Indonesia mencatat nilai US$26,09 miliar pada Juli 2026. Angka tersebut melonjak 27,02 persen dibandingkan Juli 2025. Impor nonmigas juga mengalami peningkatan 23,83 persen menjadi US$22,33 miliar.
Secara kumulatif, impor Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai US$163,33 miliar. Nilai itu tumbuh 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Impor nonmigas menyumbang US$137,56 miliar atau meningkat 16,78 persen.
Meski pertumbuhan impor lebih tinggi dibandingkan ekspor, neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus. Sepanjang Januari-Juli 2026, surplus perdagangan mencapai US$3,70 miliar.






