KITAINDONESIASATU.COM — Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia melalui Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam membuka pendaftaran Program Beasiswa Zakat Indonesia (BeZakat) 2026. Program ini dihadirkan untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa baru dari jenjang Strata 1 (S1) yang tergolong sebagai mustahik atau keluarga kurang mampu.
Melalui BeZakat 2026, penerima beasiswa akan mendapatkan bantuan berupa pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) secara penuh selama delapan semester atau empat tahun masa studi. Selain itu, program ini juga mencakup tunjangan biaya hidup, perangkat laptop, serta program pembinaan karakter dan kepemimpinan.
Pendaftaran BeZakat 2026 dibuka secara daring mulai 24 Agustus hingga 7 September 2026. Persyaratan utamanya meliputi WNI Muslim angkatan 2026, lulusan SMA/MA/SMK atau pesantren binaan Kemenag dan Kemendikdasmen dengan nilai rata-rata rapor minimal 80, serta melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Proses seleksi akan melalui beberapa tahapan, termasuk seleksi administrasi serta wawancara potensi diri dan kepribadian bersama orang tua/wali. Pengumuman kelulusan akhir dijadwalkan pada 18 November 2026 mendatang.
Ada 21 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang mahasiswanya bisa mendaftarkan diri mendapat Beasiswa Zakat yakni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Selain itu, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Jati Bandung, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.
Sementara dari Perguruan Tinggi Negeri umum, yaitu: Universitas Indonesia, IPB University, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Universitas Diponegoro. (*)






