KITAINDONESIASATU.COMM – Sudah 10 hari dokter Agung Nugroho (40) tak sadarkan diri telah menjalani empat kali operasi.
Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menjadi korban saat mobilnya ditabrak oleh remaja berusia 18 tahun saat menjemput putranya Hasan (4) di Kluang, Johor, Malaysia, Rabu (23/10/2024) pukul 16.10 waktu Malaysia.
Korban Agung Nugroho sudah menjalani 4 operasi besar di RS Enche Besar Hajjah Khalsom, Kluang Malaysia.
Untuk kondisi anaknya bernama Hasan telah mendapat penanganan intensif dari pihak RS lain, sudah sadarkan diri namun masih mengalami trauma berat.
Kondisi terkini korban (dr Agung) masih belum sadar selama 10 hari perawatan sejak insiden pada Rabu 23 Oktober 2024 lalu.
Sampai sekarang belum ada tindakan tegas dari pemerintah Malaysia terkait hal ini.
Bahkan pelaku penabrakan Chung Henry, 18, malah mempolisikan korban yang masih kritis di RS.
Sementara korban berasal dari desa Windusari, Magelang, Jateng.
Dalam peristiwa ini benar-benar tragis mobil dr Agung ditabrak Chung Henry (18) diketahui adalah anak sekolah, warga Johor Malaysia.
Pelaku mengendarai mobil SUV hitam dari arah Bandar Kluang menuju ke rumahnya di dalam Taman Sri Impian.
Posisi TKP berada di jalan komplek Taman Sari Impian, Kluang.
Yang mengenaskan dalam peristiwa ini, setelah terjadi kecelakaan pengendara SUV hitam ini turun dari mobil, kemudian mendekati mobil dan sempat melihat korban.
Mengetahui kondisi korban yang luka parah, pengendara SUV ini kemudian pergi meninggalkan kendaraan dr Agung di jalanan ringsek bersama anaknya.
Pada saat kejadian ketika mendekati persimpangan terlihat dengan jelas Chung Henry menambah kecepatan mobilnya, hingga mengakibatkan tertabraknya mobil yang dikendarai dr Agung bersama Hasan putranya.
Tidak sampai disitu masalahnya selesai, kini Chung Henry melaporkan dr Agung ke polisi dengan tuduhan mobil dr Agung dianggal sebagai penyebab kecelakaan di kala dr Agung tak sadarkan diri.
Kini keluarga korban sedang meminta konsultasi dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia untuk turut membantu menyelesaikan kasus yang dialami dr Agung. *
