Berita UtamaNews

Damkar Surabaya Minta Warga Waspadai Peningkatan Kejadian Kebakaran akibat Cuaca Ektrem

×

Damkar Surabaya Minta Warga Waspadai Peningkatan Kejadian Kebakaran akibat Cuaca Ektrem

Sebarkan artikel ini
apel pemadam surabaya
Petuigas Damkar Surabaya saat menggelar apel siaga kebakaran kemarau ektrem. foto: humas pemkot surabaya

KITAINDONESIASATU.COM – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Pemkot Surabaya mewaspadai terjadinya kasus kebakaran lahan terbuka dan kawasan pemukiman di tengah cuaca ekstrem yang melanda Kota Surabaya yang kini terjadi peningkatan.

Berdasarkan data dari DPKP terjadi peningkatan kasus kebakaran dari tahun ketahun jika pada tahun 2025 terjadi 271 kasus pada tahun 2026 hingga pertengahan September sudah mencapai 232 kasus, oleh karena itu DPKP kini terus melakukan kesiagaan penuh.

Kepala DPKP Kota Surabaya Laksita RIni Sevriani menjelaskan fenomena kemarau ekstrem di sejumlah wilayah Surabaya banyak dijumpai lahan terbuka dengan rumput alang-alang yang mengering memicu terjadinya kebakaran.

Kawasan yang yang banyak terdapat rumput dan alang-alang kering tersebar diberbagai wilayah pinggiran Kota Surabaya seperti kawasan Surabaya Barat, Surabaya Timur kawasan Gunung Anyar hingga Surabaya Utara, merupakan kawasan rentan terjadi kebakaran dengan hembusan angin kencang yang terjadi sekarang ini.

Oleh karena Laksita Rini menghimbau kepada masyarakat untuk turut serta membantu dan turun menjaga terjadinya peristiwa itu, seperti tidak membakar sampah dilahan kosong dan lahan-lahan lain yanb berpotensi terjadinya kebakaran.

“Banyak lahan terbuka di Surabaya yang rumputnya mulai mengering akibat cuaca ekstrem. Kami mengimbau warga untuk tidak membakar sampah di lahan kosong, tidak membakar semak-semak, dan tidak membuang puntung rokok sembarangan di tepi jalan,” ujar Laksita Rini dalam rilisnya yang dikirim ke kitaindonesiasatu.com, Rabu (16/9/2026).

Menurut Laksita Rini meminta masyarakat juga tidak membiarkan kabel charger yang terhubung ke stopkontak yang ditinggalkan tanpa pengawasan, hal ini juga sering memicu kepulan asap dan memicu kebakaran.

DKP juga menyoroti maraknya penggunaan listrik kendaraan hingga pengisian daya atau charger gadget yang kurang aman, oleh karena itu perlu pengawasan segala aktivitas chager yang dilakukan di dalam rumah, setidaknya proses pengisian bisa dilakukan di teras rumah.

Pihak DKP saat ini juga terus melakukan sosialisasi terkait keamanan seperti itu, dan warga Surabaya juga sangat mengapresiasi dan semakin meningkatnya partisipasi dan kesadaran warga Surabaya melalui edukasi dan sosialisasi program Kampung Pancasila masyarakat cepat tanggap dan cepat melapor.

Melaluo Command Center 112 masyarakat dengan respon yang cepat dan sudah sangat tanggap jika terjadi gangguan kecilpun segera melapor, hingga petugas bisa cepat bertindak dalam kurun waktu tiga menit pertama sebelum api merambat luas sudah tertangani.

DKP juga meminta kepada seluruh masyarakat kota untuk selalu memeriksa instalasi listrik secara berkala, mencabut peralatan ekektronik yang tidak digunakan saat ke luar rumah serta menjauhkan api dari jangkauan anak-anak, demi keamanan dan kenyamanan warga Kota Surabaya.

“Banyak kebakaran yang dipicu hal sepele. Mulai dari lupa mematikan kompor saat memasak, korsleting listrik akibat kabel tua atau menumpuknya bertumpuk, membuang puntung rokok sembarangan, hingga penggunaan obat nyamuk bakar yang diletakkan di dekat kursi busa,” jelas Laksita.

Apalagi di saat cuaca ektrem kemarau panjang dan udara panas masyarakat bisa lebih berhati-hati dan meninggalkan kebiasaan yang dapat menimbulkan percikan api hingga menyebabkan terjadinya kebakaran. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *