Sepakbola

Tim Sepakbola Putra Putri SMP Surabaya Juara GSI Jatim, Maju ke Tingkat Nasional

×

Tim Sepakbola Putra Putri SMP Surabaya Juara GSI Jatim, Maju ke Tingkat Nasional

Sebarkan artikel ini
gala siswa
Salah satu kompetisi pada kejuaraan tingkat Jawa Timur laga Gala Siswa Indonesia (GSI) Jawa Timur beberapa waktu lalu. foto: kominfo surabaya

KITAINDONESIASATU.COM – Tim sepakbola putra dan putri SMP Kota Surabaya menjuarai ajang kompetisi sepakbola pelajar Gala Siswa Indonesia (GSI) se Jawa Timur selanjutnya akan mengikuti seleksi mewakili Jatim untuk ditingkat nasional.

Tim putra SMP Surabaya yang menjadi juara GSI Jatim merupakan gabungan 20 pemain dari berbagai SMP yang ada di Kota Surabaya yang terdiri dari siswa SMP negeri dan swasta Surabaya antara lain:

Ifan Kurnia Yulianto dari SMP Wachid Hasyim 1, Muhammad Rizky Al Bani Azwan Luthan dari SMP Taman Pelajar, Bryan Azka Alexis Latief dari SMPN 60, Rizki Ghaniy Iryanto dan Messi Haikal Agung Ibrahim dari SMPN 21, Muhammad Dhana Darmawan dari SMPN 41, Muhammad Fachri Al Anshofi dari SMPN 50, Muhammad Fariz Djias Syahputra dari SMPN 44 Surabaya.

Kemudian Ricardo Ade Maulana dari SMPN 28, Muhammad Kenzou Armando dari SMPN 40, Chale Moussa dari SMPN 13, Muhammad Azmi Azhar dari SMPN 14, Muhammad Raihan ZdulqarnaIn dari SMPN 25, Danu Arya Ibrakirta dari SMPN 18, Fallah Alfiansyah Putra Darmawan dari SMPN 20, Mochammad Ridho Susanto dari SMPN 30, M. Darrel Kennard Kalani Defianto dari SMPN 33, Carlo Prawira Yudha Hartanto dari SMPN 3, M Fhatoni Ferdiansyah dari SMPN 15, serta Nizam Arya As’ari, dari SMPN 20 Surabaya.

Sementara itu untuk tim putri juga diperkuat 18 pemain dari sejumlah SMP negeri dan swasta, antara lain terdiri dari terdiri para siswi di Surabaya:

Deby Ria Handini dari SMPN 46, Naswa Khoirunnisa Az-Zahra dari SMPN 33, Anindita Keisha Zahra dari SMPN 5, Alethia Cherryl Chavaly dari SMPN 3, Aura Zenneta dan Grace Febiona dari SMPN 58, Angel Aura Nafiza Azzara dari SMPN 47 Surabaya, Aprillia Andry Susanti dari SMPN 37 Surabaya.

Kemudian, Thalita Zalfa Aprilla dari SMPN 1, Nadine Faranissa Sugianto dari SMPN 46, Khinar Fatimah Azzahra dari SMPN 58, Salsabil Azharah Afroz dari SMPN 19, Nasywa Nathania dari SMPN 48, Kinanthi Martha Syakilla dari SMP Taman Pelajar, Aprilia Putri dari SMP Hidayatul Ummah, Maulidya Bonita Saputri dari SMPN 3, Kamila Nuril Laili dari SMP PGRI 1 Surabaya, serta Widya Asmara dari SMPN 46 Surabaya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati kepada wartawan mengatakan pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga pelajar di Kota Pahlawan terus berjalan dan mampu melahirkan bakat-bakat muda berprestasi.

Tim putri Surabaya meraih gelar juara setelah bersaing dengan tim dari kabupaten/kota lain, termasuk mengalahkan Sidoarjo dalam penentuan partai.

“Yang paling mengagumkan kedua tim putra dan putri sama-sama bisa menjadi juara, untuk tim putri, merupakan pengalaman pertama mengikuti GSI, tetapi mereka mampu menunjukkan kualitas dan mental bertanding yang baik,” ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Rabu (16/9/2026).

Febriani mengatakan keberhasilan ini juga melalui proses panjang dengan mendorong proses latihan anak-anak, bukan hanya hasil pertandingan, tetapi proses pelatihan, anak-anak mendapatkan pengalaman bertanding, belajar disiplin, bekerja sama dalam tim, sekaligus mengembangkan kemampuan mereka.

Untuk pencapaian di tingkat provinsi, para pemain menjalani pemusatan latihan selama kurang lebih dua pekan, latihan rutin dilengkapi dengan pertandingan persahabatan melawan sejumlah klub di Surabaya untuk mengukur kesiapan dan perkembangan kemampuan pemain.

Menurut Febriani meski telah berhasil di tingkat provinsi, perjalanan mereka belum selesai, para pemain terbaik masih harus melalui proses seleksi untuk menentukan skuad Jawa Timur yang akan berlaga di tingkat nasional.

Sebagai juara pertama, Surabaya mendapat peluang mengisi sekitar 70 persen komposisi pemain untuk skuad Jawa Timur, dari total 20 pemain yang akan dipilih, diperkirakan sekitar 14 pemain berasal dari Kota Surabaya, baik untuk tim putra maupun putri.

Sementara untuk penentuan pemain tersebut akan dilakukan melalui seleksi bersama pemprov Jatim, berdasarkan keterangan tim pendamping, proses penentuan pemain berlangsung pada 15 September 2026 nanti.

“Setelah ini masih ada proses seleksi lagi untuk menentukan siapa saja yang akan mewakili Jawa Timur, jadi, anak-anak tetap harus menunjukkan kemampuan terbaiknya,” kata dia.

Bagi Dispendik Surabaya pengalaman di GSI ini menjadi bekal bagi anak-anak untuk terus berkembang dan terus menjadi prestasi dalam kehidupannya, bisa saja sebagai pemain bola profesional. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *