Sementara Ketua TACB Provinsi Jawa Barat, Lutfi Yondri, mengapresiasi upaya Kota Bogor yang terus menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian budaya. Ia menilai, kemajuan pembangunan Kota Bogor yang pesat tidak menghapus jejak kearifan lokal maupun peninggalan sejarahnya.
“Seperti yang disampaikan Wali Kota Bogor, penting untuk melihat hubungan antara sejarah lokal dengan sejarah dunia. Itu harus mulai dibangun, karena mungkin saat ini kita baru melihat potongan kecil dari puzzle besar peradaban,” katanya.
Lutfi juga mengungkapkan kemungkinan bahwa kawasan Lembur Sawah dahulu merupakan permukiman tua atau tempat tinggal para sesepuh.
“Itu bisa diteliti lebih lanjut. Melihat lokasinya yang strategis, bisa jadi di sini dahulu berdiri permukiman tertua. Terlebih, ditemukan pula pecahan tembikar atau gerabah yang menandakan adanya aktivitas masyarakat di masa lalu,” ujarnya.
Sebagai masukan, Lutfi juga menyarankan agar dilakukan studi demografi dan toponimi (asal-usul nama tempat) untuk memperkaya pemahaman terhadap sejarah kawasan tersebut.
“Itu penting untuk membaca apakah permukiman sekarang merupakan kultur baru atau lanjutan dari peradaban lama. Alhamdulillah, tradisi dan kultur yang ada di sini masih dilanjutkan sampai hari ini,” tandasnya. (Nicko)

