KITAINDONESIASATU.COM – Menggelar prosesi sakral, itulah yang dilakukan Keraton Sumedang Larang bersama Masyarakat Adat Darmaraja, menjelang pelaksanaan Karnaval Mahkota Kemaharajaan Sunda dan Kirab Panji Sumedang Larang dalam rangka Milangkala Tatar Sunda 2026.
Acara prosesi sakral tersebut berupa upacara ngaruhan Panji Sumedang yang digelar di sejumlah lokasi karomah leluhur di Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, pada Kamis (30/4/2026).
Rangkaian prosesi sakral tersebut dimulai dengan ziarah dan doa bersama di Karomah Paniis, kemudian ke Karomah Cipaku yang berada di kawasan Astana Gede.
Akan tetapi, karena lokasi asli Astana Gede saat ini tergenang oleh Bendungan Jatigede, seluruh rangkaian acara di Karomah Cipaku dilaksanakan di Padepokan Cipaku dan dipimpin langsung oleh juru kunci atau pemelihara makam setempat.
Tahapan spiritual
Menurut informasi diterima KitaIndonesiaSatu.Com, kegiatan sakral itu merupakan bagian yang sangat penting dalam tahapan spiritual, sebelum nantinya Karnaval Mahkota dan Kirab Panji digelar secara besar-besaran.
Nantinya, panji dan mahkota tersebut akan diarak melintasi sembilan kabupaten dan kota di Jawa Barat, serta melibatkan partisipan yang berasal dari 27 wilayah kabupaten/kota di tanah Pasundan.

