Di tengah dinamika kehidupan global yang sering kali tidak stabil dan penuh pertentangan, simbol Mahkota Binokasih diharapkan dapat menjadi perekat yang memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.
Dia menambahkan bahwa dunia saat ini sedang tidak dalam kondisi yang baik-baik saja. Kita menyaksikan bagaimana kelompok-kelompok kekuatan dunia saling berhadapan.
“Oleh karena itu, pesan moral yang dibawa oleh Mahkota Binokasih ini adalah pesan tentang cinta kasih, kadeudeuh jeung kanyaah atau kelembutan dan kasih sayang, sebagaimana yang telah diajarkan dan diwariskan oleh para leluhur kita sejak zaman dahulu,” ujarnya.
Prosesi ngaruhan Panji Sumedang ini pada akhirnya menjadi momen refleksi spiritual sekaligus pengingat bagi masyarakat mengenai betapa pentingnya menjaga nilai budaya, mempererat persatuan, dan melestarikan kearifan lokal di tengah derasnya arus perubahan zaman yang terus berjalan.***
