KITAINDONESIASATU.COM – Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, pendidikan, dan pembentukan karakter.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Haol Akbar ke-36 pendiri Himpunan Pencak Silat Indonesia Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka Pusat, almarhum Kyai H. Adji Djaenudin bin H. Usman.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kampung Gegerpasang, Desa Sukarasa, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Minggu (2/8/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengajak seluruh peserta mendoakan almarhum Kyai H. Adji Djaenudin agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Ia menilai ilmu bela diri dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan almarhum menjadi amal jariyah yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan para muridnya.
Menurutnya, Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka bukan hanya sebuah nama perguruan, tetapi juga simbol perpaduan antara dakwah Islam dan seni bela diri yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Pencak Silat Harus Tetap Dilestarikan
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan perguruan tersebut merupakan salah satu warisan budaya tertua yang dimiliki Kabupaten Garut.





