KITAINDONESIASATU.COM – Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan di Indonesia.
Selain dikenal menghasilkan minyak sawit mentah atau CPO, kelapa sawit ternyata memberikan manfaat ekonomi setelah diolah.
Terkait hal itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan nilai tambah kelapa sawit agar menjadi produk turunan yang memiliki nilai jual tinggi.
Upaya hilirisasi itu mempertahankan posisi Indonesia sebagai negara produsen minyak sawit terbesar di dunia, dengan jumlah 45,5 juta metrik ton per tahun.
BACA JUGA: SDM Unggul Jadi Kunci Kemajuan Ekonomi, Indonesia Harus Manfaatkan Bonus Demografi
“Hilirisasi kelapa sawit dapat menghasilkan produk yang berguna bagi industri kerajinan dan batik,” kata Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Andi Rizaldi.
Menurutnya, produk turunan kelapa sawit seperti stearin dan bahkan limbah berupa cangkang kelapa sawit bisa dimanfaatkan sebagai pembuatan bahan perintang warna (malam batik) dan zat pewarna batik alami.
Selain limbah cangkang kelapa sawit, lidi dari kelapa sawit bermanfaat untuk diolah menjadi berbagai produk seni melalui keterampilan anyaman karena memiliki karakter serat yang lebih kuat sehingga mudah dibentuk.
Salah satu daerah yang memiliki luasan perkebunan kelapa sawit yang besar adalah Kalimantan Selatan.
