KITAINDONESIASATU.COM – Panen tembakau musim kemarau tahun ini benar-benar membahagiakan para petani di Jawa Timur, khususnya para petani tembakau di wilayah Kabupaten Lamongan.
Sejak awal bulan Agustus 2024 lalu yang merupakan awal panen tembakau mencatat adanya kenaikan harga tembakau di wilayah itu.
Pada panen petik daun tembakau saja harganya sudah mencapai Rp20 ribu, kemudian jika dalam bentuk tembakau rajangan harganya bisa mencapai Rp40 ribu per kg.
Bahkan yang lebih menggembirakan lagi untuk petik keempat harga tembakau rajangan bisa mencapai Rp54 ribu rupiah per kg.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan Mohammad Wahyudi mengungkapkan hingga saat ini Kabupaten Lamongan sudah panen tembakau petik pertama hingga keempat.
“Alhamdulillah, ada kenaikan harga, tahun 2023 petik pertama harganya rata-rata 35 ribu rupiah kg rajangan, sekarang di atasnya,” tuturnya
Tentus aja menurut Wahyudi, kenaikan tersebut menunjang kesejahteraan petani di Kabupaten Lamongan.
Pada nilai tukar petani (NTP) sektor perkebunan, tahun 2023 naik menjadi 111,32 dibandingkan tahun 2022 yaitu 101,67.
“Adanya kenaikan harga jual pada panen tembakau tentu memberikan pengaruh positif akan kesejahteraan petani. Yangmana pengukurannya ada pada NTP. NTP Kabupaten Lamongan terus meningkat, salah satunya dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas tembakau,” jelas Wahyudi.
Namun Wahyudi belum bisa memastikan persentase kenaikan harga tembakau secara keseluruhan, karena pelaksanaan panen tembakau belum selesai, diharapkan akan terus naik.
Tidak dak hanya harga tembakau saja yang meningkat, melainkan luas tanam tembakau di Kabupaten Lamongan tahun 2024 dinyatakan meningkat, yakni seluas 9.638 Ha.
Angka tersebut dinyatakan meningkat, karena lebih besar dibandingkan dengan luas tanam pada tahun 2023 yaitu 8.337 Ha.
Sedangkan, potensi tembakau di Kota Soto terpusat di delapan wilayah. Delapan wilayah tersebut meliputi Kecamatan Sukorame, Bluluk, Sambeng, Ngimbang, Mantup, Modo, Kedungpring, dan Sugio, seluruhnya menanam tembakau dengan varietas Jawa dan Virginia.
Dikatakan Wahyudi bahwa peningkatan luas tanam tersebut didukung oleh beberapa faktor, diantaranya kondisi iklim yang mendukung pertanaman tembakau, harga komoditas yang kompetitif, dan peralihan penanaman komoditas lain (padi atau palawija) ke tembakau.
Untuk mendukung potensi tembakau, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga melaunching program asuransi petani tembakau yang ditujukan kepada 14.304 petani tembakau.
Fasilitasi tersebut memiliki tujuan utama menjamin petani tembakau yang ada di Kabupaten Lamongan, mengingat tembakau merupakan salah satu potensi pertanian yang dimiliki Kabupaten Lamongan. **


