Mengapa Bitcoin Bisa Meledak Sekarang?
Kenaikan harga ini dipicu ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan melonggarkan kebijakan moneternya. Analis IG, Tony Sycamore, menilai bahwa optimisme terhadap pemotongan suku bunga Fed, gelombang pembelian institusional, serta sikap ramah pemerintah AS terhadap kripto menjadi bahan bakar reli ini.
Di tahun 2025 saja, Bitcoin sudah naik hampir 32%. Presiden AS Donald Trump yang menyebut dirinya “presiden kripto” mendorong iklim regulasi yang ramah industri ini.
Bahkan, sejumlah perusahaan publik seperti MicroStrategy yang dipimpin Michael Saylor terus mengakumulasi Bitcoin. Ethereum dan altcoin besar lainnya juga ikut masuk ke daftar akumulasi investor besar.
Chris Newhouse, Direktur Riset Ergonia, mengatakan bahwa korelasi positif antara kripto dan saham semakin jelas. Keduanya sama-sama mengalami kenaikan harga, mencerminkan sentimen positif pasar secara umum.
Ben Kurland, CEO DYOR, menambahkan bahwa kali ini, bull run didorong oleh permintaan nyata — bukan hanya euforia investor ritel, tetapi juga pembelian strategis dari manajer aset, perusahaan, dan bahkan pemerintah.
Selain itu, Undang-Undang Genius yang baru disahkan AS bulan lalu membuka pintu masuk modal besar dari sektor tradisional, termasuk dana pensiun, ke pasar kripto. Ini memperkuat likuiditas dan menambah daya dorong tren bullish.
Prediksi Harga Selanjutnya
Para analis memperkirakan tren ini belum akan berhenti. Bitcoin diyakini dapat segera melewati level $126.000 (sekitar Rp1,95 miliar) dan bahkan berpotensi menembus $200.000 atau setara Rp3,1 miliar pada akhir tahun.




