KITAINDONESIASATU.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 mencapai 5,47 persen secara tahunan (year-on-year). Capaian positif ini menunjukkan ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika pasar global yang masih bergejolak.
Dalam laporan yang dirilis pada Kamis (5/11/2026), BPS mencatat perekonomian Indonesia pada kuartal III-2026 berdasarkan harga berlaku mencapai Rp 6.741 triliun. Adapun berdasarkan harga konstan 2010, PDB Indonesia mencapai Rp 3.633,2 triliun
BPS menyampaikan bahwa dorongan utama pertumbuhan ekonomi periode ini bersumber dari kuatnya konsumsi rumah tangga serta geliat investasi domestik.
Selain itu, kinerja ekspor manufaktur dan sektor pariwisata yang terus membaik turut memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan, perdagangan, serta transportasi dan pergudangan mencatatkan laju pertumbuhan tertinggi. Pembentukan modal tetap bruto (PMTB) juga mengalami peningkatan seiring dengan berlanjutnya berbagai proyek infrastruktur strategis nasional.
Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,47 persen ini menjadi sinyal optimistis bagi kelanjutan pemulihan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat daya beli masyarakat dan menciptakan lapangan kerja baru hingga penghujung tahun 2026.(*)


