KITAINDONESIASATU.COM – Terletak di wilayah Bali utara, Singaraja merupakan bekas ibu kota provinsi dan berada di kawasan Lovina, sekitar tiga jam perjalanan dari Bandara Ngurah Rai.
Berbeda dengan daerah wisata populer di Bali selatan, kota ini menawarkan suasana yang lebih tenang dan alami.
Pantainya memiliki pasir hitam khas dan dikenal sebagai pusat dari kawasan Lovina, yang terkenal akan atraksi lumba-lumba di laut lepas.
Di sekitar kota, terdapat beberapa objek wisata alam seperti Yeh Panas, yaitu sumber air panas alami, dan Air Sanih, sebuah kolam air tawar yang berasal dari mata air pegunungan.
Dulu, saat masa penjajahan Belanda, Singaraja berperan sebagai ibu kota administratif dan pelabuhan utama Bali.
Sisa-sisa peninggalan masa kolonial masih terlihat dari bangunan gudang-gudang tua bergaya Belanda di sepanjang pesisir.
Kota ini juga memperlihatkan pengaruh budaya Tionghoa dan Muslim, yang menjadikannya unik dibandingkan daerah lain di Bali.
Singaraja dapat diakses dengan cukup mudah dari berbagai arah, seperti dari Bedugul atau Kintamani di selatan, maupun dari Candidasa di timur.
Meski tersedia beberapa pilihan akomodasi di dalam kota, wisatawan umumnya lebih memilih untuk bermalam di Pantai Lovina yang terletak beberapa kilometer ke barat.
Lovina sendiri telah mengalami renovasi dalam beberapa tahun terakhir, membuat pantainya kini lebih bersih dan nyaman dikunjungi.
Kini, walau aktivitas pelabuhan utama telah berpindah ke wilayah selatan Bali, Singaraja tetap memancarkan pesonanya.
Kota ini dikenal karena ketenangannya, kebersihannya, dan kekayaan budaya lokal yang masih terjaga.
Bagi pengunjung yang mencari suasana Bali yang lebih damai dan otentik dengan jejak sejarah kolonial, Singaraja adalah pilihan yang menarik.-***





