KITAINDONESIASATU.COM – Elon Musk kembali menduduki posisi puncak daftar orang terkaya di dunia versi Forbes pada tahun 2025. Kekayaan bersih pendiri Tesla dan SpaceX ini melonjak hingga US$342 miliar atau setara dengan Rp 5.664 triliun (kurs Rp 16.600 per dolar AS).
Di posisi kedua ada Mark Zuckerberg, pendiri Facebook yang kini bernaung di bawah Meta, dengan kekayaan mencapai 216 miliar dollar AS (sekitar Rp 3.577 triliun).
Sementara itu, Jeff Bezos, pendiri Amazon, berada di posisi ketiga dengan total kekayaan 215 miliar dollar AS (sekitar Rp 3.560 triliun).
Lonjakan kekayaan Musk ini didorong oleh valuasi tinggi pada perusahaan luar angkasanya, SpaceX, serta pertumbuhan nilai xAI, perusahaan kecerdasan buatan miliknya. Meskipun harga saham Tesla mengalami fluktuasi, kinerja keseluruhan dalam 12 bulan terakhir tetap positif.
Forbes mencatat bahwa jumlah miliarder di dunia mencapai rekor baru, dengan 3.028 orang kaya yang memiliki total kekayaan US$16,1 triliun. Peningkatan ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi global yang signifikan, meskipun diwarnai dengan ketidakpastian.
Musk, yang dikenal dengan visinya yang ambisius dan inovatif, terus memperluas kerajaan bisnisnya. Selain Tesla dan SpaceX, ia juga memiliki platform media sosial X (dahulu Twitter) dan terlibat dalam berbagai proyek teknologi canggih lainnya.
Kembalinya Musk ke puncak daftar orang terkaya dunia ini menandai persaingan ketat di antara para miliarder global. Ia berhasil menggeser Bernard Arnault, pemilik perusahaan barang mewah LVMH, yang sebelumnya menduduki posisi teratas.
Kekayaan Musk yang terus bertambah ini mencerminkan dominasinya di sektor teknologi dan inovasi. Ia dianggap sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia, dengan visi dan ambisinya yang seringkali mengubah lanskap industri.
Namun, kekayaan Musk yang luar biasa juga memicu perdebatan tentang kesenjangan ekonomi dan peran miliarder dalam masyarakat. Beberapa pihak menyerukan agar kekayaan tersebut didistribusikan secara lebih merata untuk mengatasi masalah kemiskinan dan ketidaksetaraan.(*)

