KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah tragedi mengerikan mengguncang Pakistan ketika sebuah kereta api yang sedang dalam perjalanan dari Quetta menuju Peshawar dibajak oleh sekelompok militan pada Selasa (11/3/2025). Insiden ini menyebabkan 27 penumpang tewas dan ratusan lainnya disandera.
Menurut laporan dari pihak berwenang Pakistan, pembajakan terjadi ketika kereta api memasuki terowongan di daerah Bolan, Provinsi Balochistan. Kelompok militan yang diduga berasal dari Tentara Pembebasan Baloch (BLA) menyandera ratusan penumpang, termasuk wanita dan anak-anak.
Pasukan keamanan Pakistan segera merespons dengan melancarkan operasi penyelamatan. Baku tembak sengit terjadi antara pasukan keamanan dan para pembajak. Setelah berjam-jam pertempuran, pasukan keamanan berhasil membebaskan sebagian besar sandera.
Namun, operasi penyelamatan ini harus dibayar mahal. Sebanyak 27 penumpang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka. Pihak berwenang juga melaporkan bahwa sejumlah militan tewas dalam baku tembak tersebut.
Perdana Menteri Pakistan mengecam keras aksi pembajakan ini dan menyatakan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Pemerintah Pakistan berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan membawa para pelaku ke pengadilan.
Insiden pembajakan kereta api ini menambah daftar panjang aksi kekerasan yang terjadi di Pakistan. Provinsi Balochistan, tempat terjadinya pembajakan, memang dikenal sebagai daerah yang rawan konflik dan sering menjadi sasaran serangan kelompok militan.
Kejadian ini juga menimbulkan kekhawatiran akan keamanan transportasi umum di Pakistan. Pemerintah Pakistan diharapkan dapat meningkatkan keamanan di sektor transportasi untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

