KITAINDONESIASATU.COM- Dalam upaya meningkatkan mitigasi bencana dan penataan infrastruktur, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Juniarti Estiningsih, menekankan pentingnya normalisasi saluran air dan relokasi jaringan utilitas.
Langkah ini sejalan dengan arahan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang menekankan persiapan mitigasi bencana untuk mengurangi risiko dan meminimalkan dampak.
Juniarti Estiningsih menjelaskan bahwa Dinas PUPR sedang mengoordinasikan penggunaan anggaran belanja tidak terduga (BTT) pasca bencana.
“Kami sedang memeriksa titik-titik yang memerlukan akses anggaran BTT, khususnya yang menjadi tanggung jawab kami,” ujar Estiningsih.
Lebih lanjut, Estiningsih mengungkapkan bahwa Dinas PUPR telah berkoordinasi dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) untuk relokasi jaringan dan bangunan perlengkapan.
“Ada delapan titik utama yang menjadi fokus, termasuk relokasi di Jalan Jendral Sudirman, Jalan Jalak Harupat, dan sekitar Botani,” jelasnya. Estiningsih menyatakan bahwa percepatan Perjanjian Kerjasama (PKS) sangat penting untuk memperjelas hak dan kewajiban dalam pelaksanaan proyek-proyek ini.
Selain itu, penataan baliho, reklame, juga menjadi fokus Dinas PUPR, sejalan dengan arahan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.
Penataan kabel yang melintang di jalan dengan teknik tanam dalam tanah diharapkan selesai usai Lebaran, sebagai bagian dari persiapan menyambut tamu negara di Istana Bogor.
“Kami masih berkomunikasi dengan PLN mengenai penurunan kabel yang belum siap. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan titik-titik tersebut secepat mungkin,” tutup Estiningsih, menegaskan kesiapan Dinas PUPR dalam mendukung infrastruktur Kota Bogor yang lebih baik. (Nicko/Yo)


