BisnisLifestyle

Gurihnya Coto Makassar, Hidangan Warisan Zaman Kerajaan

×

Gurihnya Coto Makassar, Hidangan Warisan Zaman Kerajaan

Sebarkan artikel ini
coto makassar
Hidangan Coto Makassar, dengan sambal tauco, daun bawang, bawang goreng, dan jeruk nipis. (ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Jika di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, maka tak asing akan menjumpai Warung Coto Makassar yang dipadati pengunjung.

Di Kota Daeng ini, hidangan jeroan dengan kuah kaya rempah, menjadi kuliner favorit untuk sarapan pagi, makan siang, hingga malam.

Hidangan yang populer sejak zaman Kerajaan Gowa di abad ke-16 ini, awalnya tercipta sebagai makanan rakyat biasa.

Jeroan sapi, seperti hati, jantung, babat, limpa, paru, hingga pipi, dan lidah, yang dihidangkan dalam mangkok kecil ini lalu berubah menjadi makanan para raja lantaran rasa gurih pada kuahnya.

Rempah-rempah pada kuah coto ini diantaranya terdiri kayu manis, fuli, cengkeh, pala, lada, ketumbar, kemiri, jinten, lengkuas, jahe, sereh, juga bawang, daun salam, daun jeruk, serta kacang tanah.

Keseluruhan rempah yang digunakan pada awal dari kuliner ini diciptakan mencapai 40 jenis, atau disebut Rampah Patang Pulo.

Selain jeroan, terdapat pula potongan daging sapi yang direbus bersama dalam air cucian beras.

Di beberapa pedagang Coto Makassar, penggunaan kuali tanah dengan kayu bakar untuk memasak, tetap dipertahankan lantaran diyakini mampu menghadirkan rasa yang khas dari masakan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *