KITAINDONESIASATU.COM – Seblak dan makanan pedas lainnya semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia, terutama generasi muda. Rasanya yang pedas, gurih, dan nikmat sering membuat siapa pun ingin menikmatinya dalam porsi besar.
Namun, menurut dr. Lingga Ramot Gumelar, SpPD, seorang dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Hermina Bitung, kebiasaan mengonsumsi makanan seperti seblak yang mengandung vetsin secara berlebihan ternyata memiliki dampak buruk bagi kesehatan, terutama pada ginjal dan sistem pencernaan.
Mengapa Seblak Bisa Berdampak Buruk bagi Kesehatan?
Seblak adalah makanan yang terkenal dengan cita rasa pedasnya, diolah dengan menggunakan bumbu yang kaya akan vetsin atau monosodium glutamat (MSG). Meskipun bumbu tersebut memberikan rasa gurih yang khas, dalam jangka panjang, konsumsi MSG yang berlebihan dapat berdampak buruk bagi tubuh.
dr. Lingga menyebutkan bahwa konsumsi rutin makanan yang mengandung MSG seperti seblak berisiko meningkatkan tekanan darah, yang dapat memicu penyakit hipertensi dan diabetes. Makanan pedas juga dapat menyebabkan peningkatan asam lambung, yang berdampak langsung pada sistem pencernaan.
Dampak Makanan Mengandung Vetsin pada Kesehatan
Peningkatan Risiko Hipertensi dan Diabetes Makanan yang mengandung vetsin, seperti seblak, dapat menyebabkan penumpukan garam dalam tubuh. Hal ini dapat meningkatkan tekanan darah, memicu hipertensi, dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan pada organ vital, termasuk ginjal. Hipertensi adalah salah satu penyebab utama penyakit ginjal kronis.
Selain hipertensi, asupan gula yang berlebihan juga berisiko meningkatkan kadar gula darah, yang dapat menyebabkan diabetes. Data dari International Diabetes Federation (IDF) menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Pada 2021, Indonesia berada di peringkat kelima dengan jumlah penderita mencapai 19,5 juta orang. Jumlah tersebut diprediksi akan meningkat menjadi 28,6 juta orang pada 2045.
Penyakit Ginjal Akibat Hipertensi dan Diabetes Hipertensi dan diabetes adalah dua penyakit kronis yang sering menyebabkan gagal ginjal. Ginjal memiliki tugas penting untuk menyaring limbah dan racun dalam tubuh. Ketika tekanan darah tinggi atau kadar gula darah tidak terkendali, ginjal harus bekerja lebih keras untuk mengatasi limbah tersebut. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal, yang dalam kasus parah dapat berujung pada gagal ginjal.
Gangguan Pencernaan dan Asam Lambung Selain risiko terhadap ginjal, makanan pedas seperti seblak juga dapat menyebabkan gangguan pada lambung. Asam lambung yang meningkat akibat konsumsi makanan pedas dapat menyebabkan iritasi pada dinding lambung, memicu gangguan pencernaan seperti maag, dan meningkatkan risiko terkena tukak lambung. Meski efek ini tidak langsung berhubungan dengan ginjal, dampaknya pada sistem pencernaan cukup signifikan.
Solusi untuk Menghindari Dampak Buruk Makanan Pedas dan Vetsin
1. Mengurangi Asupan Gula, Garam, dan Lemak: dr. Lingga menyarankan agar masyarakat mulai mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan. Makanan dengan kandungan gula, garam, dan lemak tinggi tidak hanya berisiko menyebabkan hipertensi dan diabetes, tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan ginjal. Mencari alternatif yang lebih sehat dan menghindari makanan olahan yang mengandung vetsin adalah langkah pertama untuk menjaga kesehatan tubuh.
2. Konsumsi Air Putih Secara Rutin: Menjaga kecukupan cairan tubuh dengan mengonsumsi air putih yang cukup sangat penting. Air membantu ginjal dalam menyaring limbah dan racun dalam tubuh. Pastikan Anda mengonsumsi setidaknya 8 gelas air putih setiap hari untuk mendukung fungsi ginjal yang optimal.
3. Rutin Berolahraga: Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, lari kecil, atau olahraga kardio lainnya juga disarankan oleh dr. Lingga, terutama untuk masyarakat usia muda. Olahraga membantu mengatur tekanan darah, menjaga kadar gula darah, dan meningkatkan fungsi tubuh secara keseluruhan. Bagi usia 40 tahun ke atas, disarankan untuk melakukan olahraga yang lebih ringan, seperti berjalan kaki atau senam.
Bagi usia muda, olahraga seperti bulu tangkis, basket, atau sepak bola dapat menjadi pilihan yang menyenangkan untuk menjaga kebugaran. Olahraga tidak hanya bermanfaat bagi fisik, tetapi juga mental.
Menjaga Kesehatan Ginjal dengan Kebiasaan Sehat
Ginjal berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan, elektrolit, serta menyaring limbah dan racun dalam tubuh. Untuk menjaga fungsi ginjal yang optimal, ada beberapa kebiasaan sehat yang perlu diterapkan:
Pola makan seimbang: Konsumsi makanan bergizi dengan banyak sayuran, buah-buahan, dan sumber protein yang sehat. Hindari makanan yang mengandung kadar garam, gula, dan lemak yang tinggi.
Cek kesehatan secara rutin: Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi atau diabetes dalam keluarga.
Jaga berat badan ideal: Berat badan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal, hipertensi, dan diabetes. Menjaga berat badan ideal melalui pola makan sehat dan rutin berolahraga adalah langkah preventif yang sangat penting.
Makanan pedas seperti seblak yang mengandung vetsin memang dapat menjadi camilan yang nikmat, tetapi jika dikonsumsi secara berlebihan, bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan, terutama ginjal dan sistem pencernaan. Konsumsi yang terlalu sering dapat meningkatkan risiko hipertensi, diabetes, dan gangguan lambung. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengurangi konsumsi makanan tersebut, mengonsumsi makanan sehat, dan menjaga pola hidup aktif untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.




