Berita UtamaNews

Dianggap Tidak Peka, Warganet Gugat Beasiswa S2 Erina Gudono di AS

×

Dianggap Tidak Peka, Warganet Gugat Beasiswa S2 Erina Gudono di AS

Sebarkan artikel ini
FotoJet 1 10
Kaesang dan Erina

KITAINDONESIASATU.COM – Keberadaan Erina dan Kaesang di luar negeri di tengah situasi politik Indonesia yang sedang memanas memicu kritik tajam dari warganet.

Warganet melakukan gerakan protes massal terhadap University of Pennsylvania di Amerika Serikat, menuntut pencabutan beasiswa S2 yang diterima oleh Erina Gudono, istri Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi.

Erina saat ini berada di AS untuk mengikuti orientasi mahasiswa baru di universitas tersebut sebagai penerima beasiswa parsial untuk program Master of Science di Fakultas Social Policy and Practice (SP2).

Erina dikritik karena memamerkan kemewahan seperti menggunakan jet pribadi, berbelanja barang mahal, dan memamerkan makanan dengan harga tinggi, yang dianggap tidak peka terhadap kondisi di Indonesia.

“Gue lagi nge-emailin para lecturer upenn majornya si erina buat masalah ini wkwkw ada yang mau join?” tulis @f4l***.

Ada yang`meyebut tindakan Erina ini mirip dengan Permaisuri Raja Prancis, Marie Antoinette, yang terkenal hidup dalam kemewahan di tengah penderitaan rakyat Prancis, yang kemudian memicu Revolusi Prancis.

Banyak yang menilai menantu Presiden Jokowi ini tidak peka terhadap situasi politik dan kondisi masyarakat Indonesia yang tengah bergejolak.

Seorang pengguna media sosial X memulai gerakan protes dengan mengajak orang lain untuk mengirim surel ke dosen-dosen di University of Pennsylvania mengenai masalah ini.

Unggahan tersebut menjadi viral, menarik lebih dari 50 ribu tanda suka dan dibagikan ulang 14 ribu kali. Pengguna akun tersebut bahkan menyertakan salinan surat yang ditujukan kepada universitas, yang menyampaikan keprihatinan atas penerimaan Erina di program tersebut, terutama mengingat latar belakang politik keluarganya yang kontroversial.

Surat tersebut menyatakan bahwa kehadiran Erina di program studi yang berfokus pada kebijakan sosial tidak pantas mengingat situasi politik di Indonesia dan hubungannya dengan keluarga yang dianggap menyengsarakan rakyat. Surat tersebut mendesak universitas untuk mempertimbangkan kembali beasiswa dan penerimaan Erina di program tersebut demi menjaga nilai-nilai keadilan, kesetaraan, dan tanggung jawab sosial.

Di tengah protes tersebut, situasi politik di Indonesia juga memanas, terutama setelah keputusan Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat (Baleg DPR) yang dianggap menganulir putusan Mahkamah Konstitusi terkait syarat usia calon kepala daerah.

Keputusan ini memicu aksi demonstrasi besar-besaran pada 22 Agustus 2024. Namun, pada Kamis malam, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan bahwa pengesahan RUU Pilkada dibatalkan dan putusan MK tetap berlaku, termasuk yang menghalangi Kaesang untuk mencalonkan diri sebagai wakil gubernur Jawa Tengah.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *