KITAINDONESIASATU.COM – Honda, Nissan, dan Mitsubishi telah mengonfirmasi sedang menjajaki kemungkinan merger tiga arah untuk mengatasi tantangan berupa penurunan penjualan dan meningkatnya persaingan dari produsen mobil asal Cina.
Pada Senin, Honda dan Nissan mengumumkan kesepakatan untuk memulai proses pertimbangan integrasi bisnis melalui pembentukan perusahaan induk bersama. Mitsubishi diharapkan membuat keputusan akhir terkait partisipasinya pada akhir Januari.
Penggabungan ini akan menyatukan produsen mobil terbesar kedua dan ketiga di Jepang bersama Mitsubishi, menciptakan aliansi defensif di tengah perubahan besar dalam industri otomotif.
Jika terlaksana, entitas gabungan ini akan menjadi produsen mobil terbesar ketiga di dunia berdasarkan penjualan tahunan, berada di belakang Toyota dan Volkswagen.
Sementara Toyota tetap stabil secara finansial berkat keunggulannya dalam teknologi hibrida, produsen mobil Jepang lainnya menghadapi kesulitan untuk mendanai peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik.
Mobil hibrida, yang lebih murah untuk diproduksi, masih menjadi andalan banyak produsen.
Di sisi lain, produsen Cina seperti BYD dan SAIC agresif mengejar pasar kendaraan listrik global, sementara Foxconn, pembuat iPhone asal Cina, dikabarkan sempat mengadakan diskusi awal dengan Honda atau Nissan, yang turut mendorong percepatan pembicaraan merger ini.
Honda, dengan nilai pasar 6,74 triliun yen (£34 miliar), menjual 3,8 juta mobil pada 2023, menunjukkan efisiensi lebih tinggi dibandingkan Nissan yang menjual 3 juta unit dengan nilai pasar 1,67 triliun yen.
Mitsubishi, dengan nilai pasar 717 miliar yen, menjual 700.000 unit pada tahun yang sama.
Nissan sendiri telah menghadapi krisis selama beberapa tahun, termasuk penurunan laba dan dampak dari penangkapan mantan CEO Carlos Ghosn pada 2018. Ghosn, yang melarikan diri dari Jepang pada 2019, menyatakan dari Lebanon bahwa rencana merger ini “tidak masuk akal” dan tidak akan berhasil, dengan alasan bahwa Honda dan Nissan terlalu mirip untuk menciptakan manfaat signifikan.
Namun, ketiga perusahaan menyatakan bahwa pembicaraan ini adalah respons terhadap perubahan besar dalam industri otomotif.
CEO Honda, Toshihiro Mibe, menyebut peralihan ke kendaraan listrik sebagai transformasi terbesar dalam 100 tahun terakhir, sebanding dengan awal era mobil massal.
CEO Nissan, Makoto Uchida, menambahkan bahwa pembahasan merger akan difokuskan pada penciptaan sinergi antara kedua perusahaan, dengan keputusan final menyusul setelah evaluasi lebih lanjut pada akhir Januari.- ***
Sumber: The Guardian


