News

Sidang Tahunan Terakhir DPR 2019-2024: Jokowi Serahkan Estafet Kepemimpinan pada Prabowo Subianto

×

Sidang Tahunan Terakhir DPR 2019-2024: Jokowi Serahkan Estafet Kepemimpinan pada Prabowo Subianto

Sebarkan artikel ini
FotoJet 9 2
Suasana Sidang Tahunan MPR RI. (Foto: Runi/vel-dpr.go.id)

Aktivitas di gedung dewan sudah nampak sejak dini hari.

Para petugas, jurnalis, dan pasukan pengamanan sibuk mempersiapkan Sidang Tahunan dan Sidang Bersama pada Jumat, 16 Agustus 2024.

Sidang ini merupakan yang terakhir bagi DPR RI periode 2019-2024 dan menandai akhir masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Beberapa jam sebelum sidang dimulai, marching band Universitas Pertahanan tampil di selasar Gedung Nusantara III, menghibur 1.220 tamu undangan dan pendamping mereka.

Para jurnalis TV yang berada di Lobi Nusantara II melaporkan peristiwa ini sebagai momen penutupan periode dengan berbagai evaluasi.

Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI, Willy Aditya, menyampaikan nasihat Jawa, “Mikul Dhuwur Mendhem Jero,” yang berarti pentingnya menjaga nama baik dan martabat keluarga.

Ia menekankan bahwa setiap orang harus menjalankan tugas dengan baik dan menjadi teladan.

Ketika Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin tiba bersama pimpinan DPR, MPR, DPD, BPK, MK, MA, dan KY, sidang pun dimulai. Lagu “Hening Cipta” yang dilantunkan oleh Orchestra Symphoni Praditya Wiratama Universitas Pertahanan membuka acara.

Dalam pidatonya, Ketua DPR RI, Puan Maharani, menekankan bahwa perjuangan politik harus dilandasi nilai-nilai kebangsaan dan demokrasi yang bertujuan untuk kesejahteraan rakyat.

Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat Betawi dan memaparkan pencapaian pemerintahannya, termasuk pemerataan pembangunan dari Sabang hingga Merauke.

Ia juga meminta maaf kepada rakyat Indonesia atas ketidaksempurnaannya dan menyatakan akan menyerahkan kepemimpinan kepada Presiden terpilih, Prabowo Subianto, untuk melanjutkan cita-cita Indonesia.

Sidang ditutup dengan alunan lagu daerah “Bungong Jeumpa” dari Aceh dan “Sajojo” dari Papua. Puan Maharani mengingatkan bahwa politik harus menghadirkan demokrasi yang berkualitas, serta pentingnya etika politik dalam menerima kemenangan atau kekalahan dalam pemilu.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *