KITAINDONESIASATU.COM – Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi momen yang bersejarah bagi masyarakat beragama Nasrani. Baik itu Kristen Protestan, Kristen Katolik dan lainnya biasanya menjadikan momen ini untuk pulang ke kampung halaman (mudik) bagi warga yang merantau.
Namun, ada hal yang mencuri perhatian pada Nataru tahun ini di Kota Pematang Siantar (Siantar). Masyarakat Siantar menemukan sebuah Pohon Natal yang konon katanya pohon Natal tertinggi di Asia Tenggara (Asean) dengan mencapai ketinggian 39.5 meter.
Pohon Natal ini terletak di Jalan Gereja tepatnya di kom[lek Sopo HKBP. Ternyata, pohon Natal ini dibangun sejak 1997 dan dinyalakan mulai pukul 18.00 Wib s/d 00.00 Wib.
Tentunya, keberadaan pohon Natal ini mencuri perhatian masyarakat, khususnya anak muda di kota yang berjulukan “Sapangambai Manoktok Hitei “. Bagi anak muda, merasa tidak lengkap rasanya bila momen perayaan hari natal ini tanpa diabadikan di media sosial, sebagai kenang-kenangan.
MARTINA (marhallet tikki natal). Artinya kira-kira: berpacaran saat perayaan natal. Kawula muda bersama pasangan atau kekasih hatinya berfoto selfie berlatarbelakang pohon Natal tertinggi di Asia tenggara ini.
Seperti sepasang kekasih Tiur dan Yoga ini, yang baru saja pulang Natalan di gereja, kepada awak media mengatakan, tak lengkap rasanya bila tak berfoto di pohon Natal tertinggi di Asia Tenggara ini.
“Nggak Lengkap bang rasanya bila kita tak berfoto di pohon Natal ini yang katanya tertinggi di Asia Tenggara ini Bang. Dan, ini momen terbaik buat kami berdua berfoto, sebagai kenang-kenangan kami, bang.” kata Tiur.
Lain lagi ceritanya seorang perantau dari Jakarta bernama David. Ia merupakan putra asli kota Siantar. Selama ini dirinya bekerja di Ibu kota Jakarta. Dan, tiap tahun pulang kampung pada saat Nataru.
“Asal pulang kampung ke Siantar, saya selalu bersuafoto di pohon Natal ini. Sebab, ini momen yang tepat saat kita merayakan Natalan di kampung halaman, dan kebetulan gereja kami tidak jauh dari pohon Natal ini.” ujarnya sambil mengatakan, bangga dengan kampungnya yang memiliki Ikon pohon Natal tertinggi di Asia Tenggara.(Lilik/Yo)

