KITAINDONESIASATU.COM – Saat ini manusia tengah berada di peradaban yang sudah begitu canggih teknologinya. Namun tahukah kamu, bahwa sebelum kita ada ratusan bahkan ribuan peradaban terdahulu. Peradaban apa sajakah itu? Simak selengkapnya dalam artikel ini.
Coba lihatlah sekelilingmu sekarang. Mungkin kamu merasa tidak ada hal yang istimewa yang bisa kamu lihat, seakan dunia memang sudah seperti ini sejak awal. Tapi tentu saja tidak. Seandainya saat ini umur peradaban di dunia adalah 500 generasi dengan jarak antar generasi adalah 25 tahun, itu artinya saat ini. Di masa sekarang, dimana kita berada, hal yang kamu lihat di sekelilingmu barusan adalah hal yang mungkin baru ditemukan atau baru diciptakan dalam tiga generasi terakhir. Ya, tiga generasi terakhir! Kakek Nenekmu, Ayah Ibumu dan Kita.
Ada tanda tanya besar yang pastinya muncul di benak kita, bagaimana kita, manusia, mampu mencapai titik ini. Titik dimana hidup terasa lebih mudah dan perkembangan teknologi semakin maju yang membuat semuanya tampak seperti sihir. Mari kita mengulik lagi masalalu, mengorek misteri besar peradaban dan melihat bagaimana manusia berevolusi hingga mencapai titik yang sekarang.
Sebelum kita mundur terlalu jauh ke belakang, mari kita pahami terlebih dahulu seberapa kecilnya umur peradaban kita. Bayangkan saat ini, 2024 adalah era kita, 2000 adalah orangtua kita, 1975 adalah kakek nenek kita, 1945 adalah Indonesia yang baru merdeka. Kita baru merdeka empat generasi yang lalu.
Mundur ke belakang, di tahun 1543, Nicolaus Copernicus yang merupakan seorang astronom dan matematikawan mengembangkan teori heliosentrisme Tata Surya dalam bentuk yang terperinci, sehingga teori tersebut bermanfaat bagi sains.
Jika kamu menganggap tahun 1543 itu generasi yang sudah jauh diatasmu, tunggu dulu. Kamu pastinya sudah tidak asing dengan nama Aristoteles, bukan? Seorang filsuf dari Yunani, orang pertama yang mengkodifikasi hukum-hukum logika murni, mengembangkan sistem formal untuk penalaran dan menemukan apa yang sekarang dikenal sebagai ‘teori pembuktian’ dalam matematika.
