Opini Kita

Membongkar Misteri 200,000+ Tahun Perjalanan Manusia di Bumi

×

Membongkar Misteri 200,000+ Tahun Perjalanan Manusia di Bumi

Sebarkan artikel ini
Evolusi Manusia
Pic: IStock

Manusia Mulai Menggunakan Akalnya

Sebelumnya pernah dikatakan bahwa beberapa spesies manusia pernah hidup saling berdampingan, seperti spesies Homo Neanderthailensis dan Homo Sapiens. Bahkan pernah terjadi perkawinan di antar keduanya, dan buktinya mungkin masih tertinggal dalam tubuh kita (gen). Namun, kemungkinan besar spesies kita telat mengalahkan mereka dalam perebutan makanan. Itu juga yang menjadi latar belakang mengapa hanya Homo Sapiens lah yang mampu bertahan hidup hingga saat ini sedangkan spesies lain telah punah.

Sekuat-kuatnya manusia bertahan pada masa itu, mereka masih harus berburu untuk mendapatkan makanan. Mereka hidup berpindah-pindah tempat untuk mencari makanan dan bertahan hidup, sampai akhirnya mereka sadar jika jumlah mereka semakin banyak. Mereka mulai berpikir, akan semakin sulit mendapatkan makanan jika jumlah mereka terus meningkat.

Mereka mulai melihat dan memperhatikan sekeliling, mereka melihat bagaimana buah-buahan bekas mereka makan yang ada diatas tanah mulai berubah menjadi pohon-pohon kecil. Hingga akhirnya mereka menemukan cara untuk menumbuhkan makanan mereka sendiri dari tanah.

Karena sudah tidak harus berburu untuk mendapatkan makanan, manusia jadi memiliki lebih banyak waktu untuk memperhatikan sekeliling mereka. Mereka mulai melihat langit dan mengamati bumi yang mereka pijak. Mereka berpikir, mengapa musim berganti? Bagaimana tanaman menjadi mati? Bagaimana tanaman dapat tumbuh dari dalam tanah hanya dengan sebuah biji sisa buah-buahan? Dan mengapa siang berganti malam? Manusia mulai mencatat peristiwa-peristiwa tersebut dan mulai menciptakan mitos-mitos tentang bagaimana alam semesta berperan.

Sejak saat itu juga manusia, karena mereka dapat menciptakan makanannya sendiri, akhirnya manusia mulai hidup menetap. Pada era ini kita menyebutnya sebagai peradaban Mesopotamia yang mana terjadi pada 4,000 SM. Di era ini juga manusia mulai hidup bermasyarakat dan bisa menulis. Mereka menggoreskan catatan-catatan mereka di batu, dan inilah yang menjadi awal mula kita mulai menulis dan mengabadikan ilmu-ilmu dalam sebuah catatan. Ilmu yang awalnya disebarkan dari mulut ke mulut, sekarang dapat dibaca dari generasi ke generasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *