Opini Kita

Membongkar Misteri 200,000+ Tahun Perjalanan Manusia di Bumi

×

Membongkar Misteri 200,000+ Tahun Perjalanan Manusia di Bumi

Sebarkan artikel ini
Evolusi Manusia
Pic: IStock

Penemuan Fosil

Kalau kita mundur ke 190 generasi, nenek moyang kita mungkin sedang ada di era dimana sedang dibangunnya piramida Giza dan sejarah pertama kali ditulis setidaknya 200-an generasi yang lalu. Intinya, 500 generasi ini setara dengan 12,500 tahun. Ini kelihatannya lama, tapi ternyata jika dibandingkan dengan seluruh waktu sejak Homo Sapiens pertama muncul, 500 generasi ini tidak ada apa-apanya, apalagi jika dibandingkan dengan zaman nenek moyang Homo Sapiens.

Jadi dapat dikatakan, selama ratusan ribu tahun, nenek moyang kita menghabiskan waktunya dengan berburu dan meramu. Ayo kita mundur lebih jauh lagi, ke era sebelum peradaban tercipta.

Hampir dua abad yang lalu, tepatnya pada tahun 1856, para penambang dari suatu lembah di Jerman menemukan sisa-sisa tulang. Awalnya mereka mengira itu adalah tulang dari hewan buas, namun setelah diteliti, ternyata itu merupakan fosil dari Homo Neanderthalensis, manusia purba pertama yang diberi nama.

Pada abad selanjutnya di tahun 1960, peneliti kembali menemukan fosil manusia purba yang jauh lebih tua. Homo Habilis, manusia purba dari Afrika yang hidup dua juta tahun yang lalu. Homo Habilis mampu bertahan hidup hingga ratusan ribu tahun, namun jumlah mereka dikalahkan oleh Homo Erectus, manusia purba pertama yang mampu berdiri tegap.

Lalu pada tahun 1974, ditemukan fosil Lucy (Australopithecus Afarensis) yang merupakan spesies yang jauh lebih tua, yaitu manusia purba dari tiga juta tahun yang lalu. Fosil ini sangat membantu para peneliti memahami misteri evolusi manusia karena bagian tengkoraknya yang masih utuh. Namun ternyata, sejarah kita dimulai jauh sebelum itu.

Di tahun 2001, ditemukan kembali fosil nenek moyang manusia yaitu Sahelanthropus Tchadensis yang usianya tuhuj juta tahun. Jika diibaratkan jam dinding, anggap saja tujuh juta tahun adalah 24 jam, maka 500 peradaban kita tadi baru ada di dua menit terakhir dan era orangtua kita baru ada di detik terakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *