News

Gempa Magnitudo 4.2 Mengguncang, Pemkab Garut Gelar Rapat Koordinasi

×

Gempa Magnitudo 4.2 Mengguncang, Pemkab Garut Gelar Rapat Koordinasi

Sebarkan artikel ini
gempa bumi
Ilustrasi gempa bumi. (Pixabay/Tumisu)

KITAINDONESIASATU.COM – Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 4,2 mengguncang Kabupaten Garut pada Sabtu pagi (7/12/2024).

Gempa tersebut terjadi di darat dengan episenter pada koordinat 7.24 LS dan 107.72 BT, sekitar 19 km barat daya Garut, dengan kedalaman 5 km, sempat mengejutkan warga di beberapa kecamatan seperti Cisurupan, Sukaresmi, Pasirwangi, dan Samarang.

Sebagai respons terhadap kejadian ini, Pemerintah Kabupaten Garut segera mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) di Kantor BPBD Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul.

Plh Sekretaris Daerah Garut, Didit Fajar Putradi, mengungkapkan bahwa Penjabat Bupati Garut, Barnas Adjidin, telah menginstruksikan pemantauan dan pendataan lapangan, khususnya di area yang terdampak gempa.

Baca Juga  Penyebab Kecelakaan Jeju Air Mulai Diselidiki, Data Kotak Hitam Diekstraksi

“Kami meminta laporan langsung dari para camat, yang kemudian berkoordinasi dengan kepala desa, RW, dan RT untuk memantau situasi di lapangan,” jelas Didit.

Didit menambahkan bahwa tim dari BPBD dan Dinas Sosial Garut terus bergerak untuk memastikan kebutuhan warga yang terdampak, termasuk distribusi logistik, obat-obatan, dan layanan kesehatan.

Proses pendataan kerusakan rumah dan jumlah warga yang terdampak terus berlangsung, dan Didit berharap data dapat diselesaikan pada malam hari untuk pertimbangan kebijakan lebih lanjut, termasuk kemungkinan menetapkan masa tanggap darurat.

“Kami akan memverifikasi data yang ada, dan jika SK sudah ditetapkan, besok pagi kami akan mulai bergerak,” tambah Didit.

Baca Juga  Situ Bagendit Berubah Total! KASAD Targetkan Bebas Eceng Gondok 100% dalam 2 Bulan, Wisata Garut Siap Mendunia!

Pelaksana BPBD Garut, Aah Anwar Saepuloh, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Meskipun gempa terasa, dampaknya tidak terlalu luas, meski beberapa rumah mengalami kerusakan, yang kemungkinan disebabkan oleh struktur bangunan yang kurang kokoh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *