News

Makan Siang Bergizi Tidak Harus Dilengkapi Susu

×

Makan Siang Bergizi Tidak Harus Dilengkapi Susu

Sebarkan artikel ini
FotoJet 5 11
Makan bergizi gratis

KITAINDONESIASATU.COM-Mengingat anggaran untuk Makan Siang Bergizi hanya Rp 10.000 per orang, Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, Hardinsyah, menyarankan pemberian susu pada program Makan Siang Bergizi tidak perlu dilakukan di seluruh sekolah.

“Engga juga (penyempurna gizi) kemarin di daerah mana itu, di Jawa Timur susu dibuang-buang. Artinya, di daerah dengan petani peternak ada susunya berlimpah, silakan saja. Kalau itu sudah jadi budaya masyarakat,” kata Hardinsyah, Senin (2/12/2024).

Terlebih dengan anggaran yang terbatas, pemerintah harusnya mementingkan pelaksanaan prioritas, termasuk dalam pemilihan sekolah yang akan diberikan Makan Siang Bergizi tersebut. Tentang pemberian susu, Hardinsyah menyarankan, sebaiknya dilakukan di daerah yang memang sudah terkenal terdapat banyak peternak dengan produksi susu berkualitas. “Misalnya di daerah dingin, Lembang, Malang, Pasuruan. Jadi dipetakan saja di mana susu ada dikonsumsi,” katanya.

Guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) itu tidak permasalahkan adanya pemberian susu selama pemerintah memang mampu secara anggaran untuk memberikan produk berkualitas. “Lagi-lagi kan kemampuan pemerintah. Kalau pemerintah mampu ya why not,” kata Hardinsyah.

Isi makanan bergizi itu paling penting harus tetap ada lauk pauk, sayuran hijau, dan buah pada setiap porsi. Berbagai jenis makanan itu penting tetap ada untuk mencegah anak-anak sekolah alami anemia atau kekurangan darah.

“Pada anak sekolah ini seperlima mengalami anemi, kekurangan darah, kalau itu di pinggiran pasti lebih tinggi lagi. Lagi-lagi sumber paling ampuh, pangan. Jadi, makan-makanan yang bisa mencegah anemi yaitu lauk pauk, sama sayuran hijau. Tapi, lauk pauk dan sayuran hijau tidak akan digunakan dengan baik oleh tubuh kalau dia enggak makan buah,” ungkap Hardinsyah.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah menyatakan bahwa anggaran Makan Siang Bergizi Rp 71 triliun, atau per porsi Rp 10.000. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi mengatakan, harga tersebut sudah layak. “Sudah ada uji coba di Jabar, Jateng dan DKI Jakarta,” kata Hasan. Uji coba, lanjut Hasbi, sudah dilakukan dalam waktu satu tahun ke belakang dan dengan harga Rp 10.000 per porsi sudah layak. “Sudah dilakukan uji coba hampir setahun ini. Jadi di Pulau Jawa, untuk ketercukupan 600-700 kalori per sajian, bisa dengan harga maksimal Rp 10.000,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *