News

Tak Boleh Loyo, DPR: Dewas KPK Harus Garang!

×

Tak Boleh Loyo, DPR: Dewas KPK Harus Garang!

Sebarkan artikel ini
FotoJet 6 13
Rapat Konsultasi dan Pendalaman Dewan Pengawas KPK. (Tangkap layar TV Parlemen)

KITAINDONESIASATU.COM – Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, menegaskan kepada calon anggota Dewan Pengawas (Cadewas) KPK, Benny Jozua Mamoto, bahwa seorang Dewas harus memiliki keberanian lebih.

Hal itu disampaikan Rudianto dalam Rapat Konsultasi dan Pendalaman Dewan Pengawas KPK untuk masa jabatan 2024-2029, yang digelar pada Rabu, (20/11).

Rudianto kemudian menanyakan sejauh mana Benny dapat mengawasi kinerja KPK ke depannya, dengan menyebut rekam jejak Benny di Kompolnas yang dianggapnya kurang tegas.

“Seberapa jauh Pak Benny mampu mengawasi hal tersebut? Apakah Pak Benny memiliki keberanian, mengingat rekam jejak Bapak di Kompolnas yang saya rasa kurang keras?” tanya Rudianto, seperti ditulis Parlementaria pada Rabu, 20 November 2024.

BACA JUGA: Komisi I DPR RI: Gabung dengan BRICS Harus Untungkan Kepentingan Nasional

Politisi NasDem ini menekankan bahwa Dewas KPK harus serius dalam menjalankan tugas pengawasannya, termasuk dalam menangani pelanggaran etik, moral, maupun dalam pengawasan proses penyidikan yang mungkin melibatkan oknum yang melanggar aturan.

“Dewan Pengawas seharusnya tegas, Pak. Mereka harus benar-benar mengawasi, terutama jika ada pelanggaran etik, moral, atau bahkan permainan dalam proses penyidikan dan penuntutan,” tegas Rudianto.

Dia berharap Dewas dapat menjaga moral dan etika KPK di masa depan.

“KPK adalah lembaga yang sangat berpengaruh, dan kehadiran Dewan Pengawas sangat penting untuk menjaga moral dan etika. Kita tahu bahwa saat ini banyak persoalan internal di KPK, mulai dari permasalahan antar komisioner hingga laporan-laporan yang saling menargetkan, ini menjadi tontonan yang tidak profesional,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Benny menyatakan komitmennya untuk tegas dalam penegakan hukum dan penerapannya di lapangan.

“Memang diperlukan ketegasan agar implementasi hukum yang dijalankan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dan agar mereka yang melanggar hukum berpikir dua kali sebelum melakukannya lagi,” jawab Benny.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *